Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Parental Pressure Cikal Bakal Fenomena Generasi Overachiever di Kalangan Anak Muda, Apa Alasannya?

Lailatul Fadhila Hikma • Sabtu, 4 Januari 2025 | 15:19 WIB
Viralnya Fenomena Generasi Overachiever di Kalangan Anak Muda disebabkan Parental Pressure.
Viralnya Fenomena Generasi Overachiever di Kalangan Anak Muda disebabkan Parental Pressure.

Jawa Pos Radar Lawu - Tekanan dari orang tua atau akrab disapa parental pressure menjadi sorotan dalam dialog mengenai bagaimana metode mendidik anak atau parenting.

Tekanan ini bisa muncul dalam berbagai cara, mulai dari tuntutan prestasi akademik hingga harapan tinggi terhadap interaksi sosial anak. 

Apa Itu Parental Pressure?

Dikutip dari Psych Central, parental pressure sendiri merupakan bentuk tekanan emosional yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka.

Parental pressure umumnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu tekanan yang sifatnya secara langsung dan tidak langsung.

Tekanan langsung sering kali berupa kritik, keluhan, atau bahkan kata-kata yang menyakitkan. 

Sementara itu, tekanan tidak langsung lebih halus, seperti manipulasi emosional yang membuat anak merasa bersalah atau terus-menerus diingatkan akan ekspektasi orang tua.

Apa Itu Generasi Overachiever?

Generasi Overachiever adalah salah satu dampak yang muncul akibat parental pressure, fenomena yang kerap kali berhubungan dengan kalangan anak muda.

Istilah overachiever sendiri digunakan untuk menggambarkan individu yang cenderung mengejar kesuksesan secara berlebihan.

Sering kali dengan mengorbankan hal-hal penting dalam hidup mereka, seperti kesehatan, kebahagiaan, dan hubungan sosial.

Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri dan sering kali merasa tidak pernah cukup, meskipun telah meraih banyak pencapaian.

Dampak Parental Pressure

Dampak dari parental pressure sering kali terlihat pada anak-anak yang menjadi overachiever, yakni mereka yang terus berusaha melampaui batas demi memenuhi harapan yang tinggi.

Namun, dampak ini tidak hanya bisa dimaknai secara positif, karena anak yang merasa tertekan untuk memenuhi standar orang tua sering kali mengabaikan keseimbangan hidup.

Termasuk kebutuhan untuk beristirahat dan merasakan kebahagiaan.

Dikutip dari Forbes, Alfie Kohn, penulis buku Unconditional Parenting dan Punished by Rewards mengungkapkan bahwa menurut penelitian penelitian, orang tua yang menekan anak-anak mereka untuk berprestasi baik di sekolah sebagian besar justru merusak minat anak dalam belajar.

Yang ironisnya hal tersebut malah mengganggu prestasi di masa depan

Selain berdampak pada psikologis anak, parental pressure juga dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak. 

Hindari Dengan Menciptakan Pola Asuh yang Sehat

Untuk menghindari dampak negatif dari parental pressure, orang tua perlu memahami apa saja batasan antara dorongan yang sehat dan tekanan yang berlebihan kepada anak.

Anak juga membutuhkan dukungan motivasi dari orang tua.

Memberikan motivasi kepada anak sebaiknya dilakukan dengan pendekatan positif, seperti memberikan pujian atas usaha yang telah dilakukan, bukan hanya hasil akhir.

Pujian yang tulus ini dapat membantu anak merasa dihargai, sehingga mereka termotivasi untuk terus berusaha tanpa merasa tertekan.

Selain motivasi, orang tua juga penting untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab sejak dini. 

Orang tua juga bisa memberikan pemahaman kepada anak bahwa belajar adalah kepentingan mereka sendiri, bukan semata-mata untuk memenuhi ekspektasi orang tua. (*)

Editor : Riana M.
#kalangan muda #anak-anak #Generasi Overachiever #parental pressure #fenomena #tips parenting #tekanan emosional #pola asuh