Jawa Pos Radar Lawu – Zaman semakin berkembang, namun banyak anak muda yang justru terjebak dalam rasa takut akan kesalahan.
Fenomena ini ternyata tidak lepas dari pola asuh orang tua yang dikenal dengan eggshell parenting.
Pola asuh Eggshell parenting ditandai dengan ketidakpastian emosional dan tekanan yang tidak konsisten dari orang tua.
Akibatnya anak merasa harus selalu berhati-hati agar tidak memicu kemarahan atau ketidakpuasan orang tua.
Generasi yang tumbuh di bawah pengaruh pola asuh ini sering kali merasa takut untuk mencoba, mengambil risiko, atau bahkan sekadar mengekspresikan diri.
Apa Itu Eggshell Parenting?
Eggshell parenting adalah pola pengasuhan yang menciptakan suasana rumah yang penuh ketidakpastian.
Pola ini cenderung menunjukkan bagaimana orang tua yang sering kali bereaksi berlebihan terhadap masalah kecil membuat anak-anak merasa harus selalu waspada dan takut akan berbuat sesuatu.
Ketidakstabilan ini diperparah dengan perubahan aturan dan ekspektasi yang sering terjadi, membuat anak tidak tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Selain itu, orang tua yang menerapkan pola ini cenderung lebih fokus pada kekurangan anak daripada kelebihannya, sehingga anak merasa tidak pernah cukup baik.
Lingkungan yang tidak stabil ini membuat anak tumbuh dengan perasaan cemas dan tidak aman.
Bagaimana Eggshell Parenting Membentuk Rasa Takut Salah?
Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan eggshell parenting sering kali tidak tahu apa yang menjadi pemicu memicu kemarahan orang tua.
Ketidakpastian ini membuat mereka terus-menerus berhati-hati agar tidak melangkah di tempat yang salah.
Mereka merasa terjebak dalam ketakutan yang menghalangi mereka untuk bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru.
Selain itu, kurangnya dukungan emosional dalam pola asuh ini membuat anak merasa takut untuk mengungkapkan perasaan atau pengalaman mereka.
Akibatnya, mereka kehilangan kepercayaan diri untuk menghadapi situasi baru atau mengatasi tantangan yang muncul.
Ketika orang tua sering mengkritik tanpa memberikan apresiasi, anak-anak mulai percaya bahwa mereka tidak cukup baik.
Ketakutan ini semakin dalam, membuat mereka enggan mencoba sesuatu yang baru karena khawatir hasilnya tidak memenuhi standar tinggi yang ditetapkan.
Perubahan suasana hati yang drastis dari orang tua juga berkontribusi pada ketidakpastian ini.
Anak-anak tumbuh tanpa panduan yang jelas tentang apa yang diharapkan, sehingga mereka merasa tidak mampu memprediksi atau mengontrol situasi di sekitar mereka.
Mengapa Generasi yang Takut Salah Adalah Masalah?
Rasa takut salah yang terbentuk akibat eggshell parenting memiliki dampak besar pada kehidupan anak di kemudian hari.
Ketakutan akan kegagalan membuat mereka enggan mencoba hal baru atau berpikir kreatif.
Selain itu, anak muda cenderung lebih suka bermain aman daripada mengambil risiko yang bisa membawa peluang besar.
Hal yang paling burukna, mereka akan menyesuaikan diri dengan standar orang lain, alih-alih mengekspresikan jati diri mereka sendiri. (*)
Editor : Riana M.