Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Rhenald Kasali Beberkan Fakta Self Serving Bias Jadi Penyakit Berbahaya bagi Masyarakat Indonesia

Ida Ayyu Balqis • Selasa, 10 Desember 2024 | 15:00 WIB
Apa itu self serving bias?
Apa itu self serving bias?

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah dengar istilah self serving bias? Baru-baru ini Rhenald Kasali, seorang guru besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia membahas topik ini dalam video reels di akun instagram pribadinya.

Rhenald Kasali menyoroti fenomena self serving bias yang banyak terjadi pada masyarakat Indonesia saat ini.

Menurut Rhenald, self serving bias adalah tindakan yang selalu menyalahkan orang lain atau menyalahkan situasi saat sesuatu tidak berjalan sesuai harapan dan tidak menguntungkannya.

Misalkan saat ada mahasiswa yang mendapat nilai buruk saat ujian, mahasiswa tersebut akan menyalahkan dosen dengan berkata ‘Ah! dosennya nggak suka sama gue’ dan bukan melakukan introspeksi diri.

Rhenald Kasali juga mengatakan bahwa self serving bias juga sering terlihat dalam dunia kerja.

Misalnya, seorang karyawan yang bekerja di satu perusahaan kemudian mendapat kritik dan saran dari atasannya langsung merasa tidak nyaman. Besoknya karyawan tersebut langsung resign dan berkoar-koar menyalahkan perusahaanya.

Kalimat-kalimat yang mereka bicarakan seperti kantor itu toxic atau atasannya tidak suka kepadanya, dan cerita-cerita seperti ini juga kerap dibagikan di sosial medianya.

Akibatnya perusahaan-perusahaan memiliki ketakutan untuk merekrut orang seperti ini. Perusahaan akan memiliki kekhawatiran jika nanti mereka melakukan hal sama sehingga citra baik kantornya akan tercoreng.

“Kita jadi takut merekrut mereka, karena mereka selalu menyebut dan menyalahkan kantornya,” Ucap Rhenald.

“Jadi saya pikir kalau saya rekrut mereka akan juga tuh sharing dan akibatnya akan membuat orang lain merasa bahwa kantor ini toxic,” lanjutnya.

Dampak Buruk Self Serving Bias

Rhenald mengingatkan bahwa self-serving bias bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi sebuah penyakit sosial yang bisa berdampak besar.

Mulai dari merusak hubungan sosial, menghilangkan jaringan pertemanan, hingga membuat seseorang tidak disukai.

Lebih parah lagi, fenomena ini bisa mengganggu kepribadian seseorang dalam jangka panjang.

Menurunya generasi muda harus waspada karena jika tidak, fenomena self serving bias ini bisa merusak generasi muda bangsa.

Anak muda yang memiliki sifat self serving bias akan sulit bergaul, kehilangan rasa empati dan tidak disukai oleh orang lain karena sikap manipulatifnya tersebut.

Self-serving bias mengajarkan kita pentingnya introspeksi. Alih-alih terus mencari kambing hitam, lebih baik kita belajar menerima kritik dan melihat kesalahan diri sendiri.

Sebab, hanya dengan melakukan introspeksi kita bisa tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, yuk mulai sekarang kita ubah kebiasaan ini! Jangan sampai self-serving bias menjebak kita dalam lingkaran ego yang merugikan diri sendiri dan orang lain. (*)

Editor : Riana M.
#Ilmu Manajemen #self serving bias #self service #pakar #fenomena #kehidupan sosial #Definisi #masyarakat #rhenald kasali #Tindakan #universitas indonesia