Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Kondisi People Pleaser, Gen Z Wajib Tahu Demi Jaga Mental Health!

Davita Dyah Ayu • Senin, 9 Desember 2024 | 13:39 WIB
ilustrasi people pleaser (Gambar: Pinterest)
ilustrasi people pleaser (Gambar: Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Sangat sering, keinginan untuk menyenangkan orang lain memaksa seseorang untuk mengorbankan kebahagiaan dan kebutuhan mereka sendiri.

Fenomena ini disebut people pleaser, sebuah perilaku yang mungkin terlihat baik di permukaan tetapi dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan kualitas hidup.

Orang-orang yang terjebak dalam perilaku people pleaser sering mengalami kesulitan menolak permintaan orang lain, takut mengecewakan, dan akhirnya memikul beban yang melebihi kemampuan mereka.

Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan, stres, dan bahkan kehilangan identitas Anda. Apa sebenarnya yang mendorong perilaku ini?

Bagaimana cara menjalani hidup yang lebih seimbang dan lebih sehat secara mental dengan menghindari jerat orang yang senang?

Dampak Negatif Menjadi People Pleaser

  1. Kekelahan mental dan stres

Bahkan dengan jadwal yang padat, orang yang puas cenderung menerima terlalu banyak tugas dan jarang memiliki waktu untuk diri sendiri, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan mental dan fisik.

  1. Kehilangan identitas diri

Mereka sering mengikuti keinginan orang lain, sehingga mereka kehilangan arah dalam hidup dan merasa kebingungan saat membuat keputusan penting.

  1. Hubungan yang tidak seimbang

Hubungan sosial yang sehat seharusnya berdampak positif pada satu sama lain. Namun, hubungan yang menyenangkan orang cenderung berat sebelah. Orang-orang yang hanya peduli pada kepentingannya sendiri sering kali memanfaatkannya.

  1. Kecemasan dan depresi

Kecemasan dan depresi dapat muncul dari ketidakmampuan menolak dan perasaan bersalah yang terus-menerus. Jika ada orang di sekitar mereka yang tidak bahagia, mereka sering merasa tertekan dan menyalahkan diri sendiri.

Cara Mengatasi People Pleaser

  1. Menyadari perilaku pribadi

Langkah pertama adalah menyadari bahwa diri memiliki kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain. Perhatikan situasi di mana merasa terpaksa mengatakan "ya" meski sebenarnya ingin menolak.

  1. Belajar untuk bilang “tidak”

Berlatih menolak permintaan secara tegas dan sopan. Misalnya, kata-kata seperti "Maaf, saya tidak bisa melakukannya saat ini" atau "Saya punya prioritas lain yang harus diselesaikan" dapat digunakan.

  1. Tetapkan batasan

Batasan menjaga kesehatan mental. Tentukan hal-hal yang tidak dapat  dikompromikan dan hal-hal yang dapat terima. Dengan demikian, tidak akan merasa bersalah ketika harus menolak sesuatu.

  1. Prioritaskan diri sendiri dulu

Prioritaskan diri sendiri terlebih dahulu daripada mempertimbangkan orang lain. Ini tidak berarti egois; itu berarti berusaha untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Berikan waktu untuk bersantai, hobi, atau kegiatan yang membuat senang. 

Generasi Z tumbuh dengan banyak pengaruh media sosial dan pola asuh yang kaku, sehingga lebih rentan terhadap perilaku ini.

 Baca Juga: Benarkah Decision Fatigue Hanya Dirasakan Generasi Strawberry? Simak Penjelasannya!

Untuk mengatasi hal tersebut, sangat penting untuk belajar bagaimana Anda berperilaku untuk menyenangkan orang lain.

Seseorang dapat melepaskan tekanan untuk selalu menyenangkan orang lain dengan belajar berkata "tidak", menetapkan batasan, dan membangun kepercayaan diri. (*)

Editor : Riana M.
#kesehatan mental #people pleaser #dampak #menolak #mental health #KESULITAN #terjebak #perilaku #sulit menolak permintaan orang #Menolak permintaan #Gen Z #Cara Mengatasi #generasi z