Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Benarkah Generasi Strawberry Rentan Alami Decision Fatigue atau karena Tidak Diajar Mengambil Keputusan?

Ida Ayyu Balqis • Minggu, 8 Desember 2024 | 15:56 WIB
Ilustrasi decision fatigue
Ilustrasi decision fatigue

Jawa Pos Radar Lawu- Gen Z kerap dikaitkan dengan generasi strawberry, kita mengenalnya sebagai generasi yang kreatif dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Namun, generasi strawberry juga sering terlihat rapuh saat menghadapi tekanan hidup.

Salah satu isu yang muncul adalah apakah generasi strawberry rentan terhadap kondisi decision fatigue (kelelahan pengambilan keputusan) atau hal ini terjadi karena mereka tidak pernah diajarkan untuk membuat keputusan sejak kecil?

Decision Fatigue, Apa Itu?

Baca Juga: Sejarah Fenomena Generasi Strawberry, Ternyata Dicetuskan Paul Hirst Sejak 1978 di Australia, Ini Ulasan Lengkapnya

Decision fatigue adalah kondisi di mana seseorang merasa lelah secara mental dan emosional setelah membuat banyak keputusan.

Fenomena ini pertama kali diidentifikasi oleh psikolog sosial Roy F. Baumeister seorang psikolog sosial Amerika yang dikenal karena karyanya tentang diri, penolakan sosial, dan lain-lain.

Menurut Baumeister decision fatigue terjadi ketika otak terus-menerus bekerja untuk menimbang pilihan, energi mental terkuras, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Beberapa tanda-tanda decision fatigue yang bisa kita kenali adalah:

Semuanya melibatkan keputusan besar dan kecil setiap hari dan hal ini membuat mereka rentan terhadap decision fatigue.

Mengapa Decision Fatigue Terjadi?

Banjir Informasi

Era digital memungkinkan generasi ini menerima informasi dari berbagai sumber. Meski menguntungkan, hal ini juga membingungkan karena terlalu banyak pilihan yang harus dipertimbangkan.

Kebutuhan untuk Selalu Relevan

Media sosial menciptakan tekanan bagi generasi strawberry untuk selalu mengikuti tren. Mereka sering merasa perlu membuat keputusan cepat agar tidak "ketinggalan zaman," yang dapat mempercepat kelelahan mental.

Kurangnya Pengalaman Mengambil Keputusan

Banyak anggota generasi ini dibesarkan di bawah pola asuh yang protektif. Orang tua yang terlalu sering memutuskan segalanya untuk anak cenderung membuat mereka kesulitan mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan sejak dini.

Selain decision fatigue, ada kemungkinan bahwa generasi strawberry tidak terbiasa atau tidak diajarkan mengambil keputusan sejak kecil oleh orang tyanya.

Pola asuh yang protektif, misalnya, sering kali melibatkan orang tua yang terlalu mengontorl keputusan anak dari kecil, orang tua tidak memberikan kebebasan anak untuk mencoba hal baru, dan orang tua terlalu melindungi anak dari kegagalan dan konsekuensi atas keputusannya sendiri.

Akibatnya, anak-anak tumbuh dengan ketergantungan pada orang lain untuk membuat keputusan, yang dapat berlanjut hingga dewasa.

Membangun kemampuan mengambil keputusan adalah keterampilan penting yang tidak hanya mengurangi kelelahan mental tetapi juga membantu generasi strawberry berkembang di era yang serba cepat. (*)

Editor : Riana M.
#penyebab #lelah #eras #generasi strawberry #rapuh #mental #Emosional #Tanda-tanda #tekanan hidup #decision fatigue #membuat keputusan #Beradaptasi #Gen Z #pilihan #generasi z