Jawa Pos Radar Lawu - Orang tua sering kali merasa khawatir saat anaknya menghadapi situasi sulit yang mungkin akan membuat mereka sakit hati. Perasaan ini akan membantu pembentukan karakter anak yang akan menyelamatkannya dari mental generasi strawberry.
Orang tua yang membesarkan anaknya dengan pola strawberry parenting cenderung melindungi anaknya secara berlebihan.
Pola asuh yang terlalu melindungi anak menjadi salah satu penyebab lahirnya generasi strawberry yang akan kesulitan menghadapi kegagalan dan rasa sakit.
Mengapa Sakit Hati Penting Untuk Anak?
Perasaan sakit hati karena kecewa, gagal, atau dikritik adalah hal yang manusiawi. Perasaan tersebut memang diperlukan untuk memberikan pelajaran yang akan membentuk karakter manusia.
Melalui rasa sakit manusia akan belajar untuk mengelola kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan hidup.
Melatih Ketangguhan Mental
Saat anak menghadapi perasaan sakit hati, mereka akan mempelajari bagaimana cara mengelola emosi yang akan membantu mereka menghadapi situasi yang lebih sulit di masa depan.
Mengajarkan Realitas Hidup
Sedari dini anak memang harus belajar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Dengan merelakan anak mengalami kekecewaan dan merasakan sakit hati akan mengajarkan mereka bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan dan bukan akhir dari kehidupan.
Meningkatkan Kemampuan Problem Solving
Saat anak melalui situasi yang sulit, nalurinya akan mendorong untuk mencari solusi. Hal ini perlu dibiasakan sedari kecil untuk melatih naluri problem solving mereka.
Melalui proses ini kemampuan berpikir kritis anak akan berkembang dengan sendirinya.
Membangun Karakter dan Empati
Anak yang pernah mengalami perasaan sakit hati cenderung memiliki empati kepada orang lain. Mereka memiliki ruang untuk menaruh perasaan menghargai orang karena mereka juga pernah merasakan sakit hati.
Menumbuhkan Kemandirian
Orang tua yang selalu melindungi anaknya dari perasaan sakit hati akan membentuk karakter anak yang manja dan selalu bergantung kepada orang lain.
Sebaliknya anak yang terbiasa merasakan sakit hati akan terlatih hidup mandiri dan percaya diri saat menghadapi situasi yang sulit.
Sebagai orang tua membiarkan anak merasakan sakit hati bukan berarti mengabaikan anak. Namun peran orang tua yang sebenarnya adalah membimbing anak untuk melewati masa sulit itu. (kid)
Editor : Nur Wachid