JAWA POS RADAR LAWU - Berupa-rupa metode parenting anak. Tiap orang tua punya cara masing-masing. Mulai yang keras (bukan kasar) sampai ayah ibu yang cenderung lembut dan penuh kasih sayang.
Mengenai parenting anak, Gus Baha alias KH Bahauddin Nursalim, punya cara sendiri dalam mendidik anak. Tentunya, sesuai agama Islam serta kaidah dan norma yang islami.
Gus Baha kerap menyelipkan tips parenting anak dalam sebuah pengajian yang dipimpinnya. Yakni, tips mendidik anak secara islami yang diterapkan oleh seorang ahli fiqih tersebut.
Menurut Gus Baha, anak yang belum baligh harus dihormati.
Sebab, anak-anak itu belum mendapat kewajiban dari Allah SWT untuk melaksanakan hal-hal wajid di dalam Islam.
Gus Baha sempat bilang, seandainya tidak terbentur tata krama dalam kebudayaan Jawa, dia akan berbahasa krama saat berbicara kepada buah hatinya.
Namun sebagai orang Jawa, dia masih menghormati sopan santun Jawa.
Yang mana, anaklah yang perlu menggunakan bahasa krama kepada orang tua.
Tidak gampang memarahi anak juga menjadi tips parenting anak dari Gus Baha.
Dia beberapa kali bercerita bahwa gaya mendidik anak seperti itu kerap bertentangan dengan sang istri.
Gus Baha ambil contoh saat anak menceburkan sabun ke bak mandi.
Bagi orang tua pada umumnya, tentu hal tersebut bisa berakibat kemarahan.
Karena sabun kecemplung bak mandi, anak mendapat predikat sebagai anak nakal.
Namun bagi Gus Baha, hal semacam itu bukan sebuah kenakalan.
Menurutnya, kategori nakal itu seperti mencuri.
Kalau seperti ini, anak perlu dijelaskan bahwa mengambil yang bukan miliknya adalah perbuatan tidak baik atau melanggar norma agama.
''Saat istri marah ke anak gara-gara sabun masuk bak mandi, saya pernah menguras bak mandi,'' kata Gus Baha dalam sebuah pengajian yang disambut tawa sejumlah jemaah.
Tips parenting anak yang diterapkan Gus Baha sangat patut dicontoh.
Terutama bagi orang tua yang ingin mendidik anak secara islami.
Ada alasan besar bagi Islam mengapa Gus Baha menerapkan parenting anak seperti itu.
Yakni, bahwa anaklah yang menjadi penurus kita sebagai orang tua dalam membawa serta meyakini kalimat tauhid. (den)
Editor : Deni Kurniawan