Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena generasi strawberry terus menerus menarik perhatian dari masyarakat.
Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya generasi ini adalah pola asuh strawberry parents.
Strawberry parents pola asuh orang tua yang selalu ikut campur dalam masalah anaknya, berusaha menyelesaikan tantangan yang dihadapi anaknya, dan selalu memanjakan anak dengan memberikan perlindungan yang berlebihan.
Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan video seorang pengusaha asal surabaya bernama Ivan Sugianto yang mengintimidasi anak SMA di Surabaya.
Peristiwa ini terjadi karena Ivan tidak terima setelah anaknya mengadu bahwa ia dibully dan dipanggil dengan sebutan pudel oleh siswa tersebut.
Dalam video itu terlihat Ivan dengan penuh emosi meminta siswa tersebut bersujud dan menggonggong layaknya anjing.
Strawberry Parents, Apa Itu?
Menanggapi kasus ivan ini, Rhenald Kasali mengunggah satu video di akun instagramnya @rhenald.kasali yang membahas bagaimana cara orang tua bersikap ketika berada di kondisi seperti ini.
Ketika anak-anak memiliki masalah, itu adalah tantangan yang harus mereka hadapi.
Mungkin dari masalah tersebut anak-anak akan belajar mengenal kecerdasan sosial dan anak-anak akan belajar untuk menangani perasaan emosional.
Pertengkaran pada masa remaja adalah hal yang normal, mungkin setelah mereka saling ejek mereka akan berteman lagi.
Sebagai orang tua, mendengarkan curhatan anak memang sudah kewajiban, tapi ikut campur untuk menyelesaikan masalahnya, apalagi masalah tersebut berhubungan dengan anak remaja seusianya bukanlah keputusan yang tepat.
Baca Juga: Sebatang Kapur di Papan Tulis
Orang tua sebaiknya menasehati sebagaimana mestinya, bila nasehat tersebut belum cukup alangkah baiknya melibatkan pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah antara kedua belah pihak.
Misalkan, melapor kepada guru atas bullying yang diterima anaknya, sehingga masalah bisa diselesaikan dengan cara yang baik.
Beginilah awal mula munculnya mental generasi strawberry di masyarakat, bermula dari strawberry parents.
Kasus seperti inilah yang dikatakan sebagai strawberry parents, orang tua yang lembek yang sok tampak gagah dengan membawa beberapa orang preman hanya untuk menghadapi seorang anak remaja.
Perilaku orang tua yang terlalu ikut campur pada permasalahan anaknya akan mengakibatkan rusaknya kecerdasan sosial sang anak.
Tidak hanya itu, anak SMA yang di maki oleh Ivan juga akan merasakan trauma setelah kejadian tersebut.
Bully memang bukan hal yang terpuji, orang tua maupun guru perlu memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai terpuji seperti empati, saling menghormati, dan toleransi.
Sehingga anak-anak bisa memahami bagaimana dampak negatif dari bullying dan cara untuk menghindarinya. Terpenting bagi orang bagaimana pola asuh terutama strawberry parents terhadap anak agar mereka tidak memiliki mental generasi strawberry. (balqis-mg-iain/kid)
Editor : Nur Wachid