Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena generasi sandwich menjadi topik perbincangan yang selalu asyik didiskusikan belakangan ini.
Istilah generasi sandwich mengacu pada seseorang yang harus menanggung biaya hidup dua generasi, yakni generasi di atasnya, orang tua dan generasi bawah, anak-anak atau adik-adik mereka.
Generasi sandwich menempatkan seseorang dalam posisi serba sulit, mulai dari segi ekonomi, emosional, hingga sosial.
Semakin hari, biaya hidup semakin meningkat. Hal ini menyebabkan generasi sandwich harus pandai memutar otak untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Maka tidak heran kalau sering kali mereka merasa terhimpit, seperti sandwich yang terjepit di antara dua lapisan roti.
Waspada! Generasi Z Juga Bisa Masuk dalam Generasi Sandwich
Survey yang dilakukan oleh DataIndonesia.id pada tahun 2023 menunjukkan bahwa bukan Generai X dan millennial yang bisa terjebak dalam generasi sandwich ini, namun Gen Z termasuk di dalamnya.
Data menunjukkan, 46,3 persen Gen Z di Indonesia menjadi generasi sandwich. Kondisi ini menempatkan mereka dalam situasi yang mengharuskan mereka menghidupi diri sendiri, orang tua, dan anaknya atau adiknya dalam waktu yang bersamaan.
Akibatnya, 73,38 persen gen Z yang menjadi generasi sandwich merasa bersalah jika tidak memenuhi kebutuhan keluarga dan 66,19% juga merasa khawatir terhadap masa depan dirinya.
Sebanyak 51,8% gen z yang menjadi generasi sandwich mengaku sulit memiliki tabungan pribadi atau keluarga inti. Lalu, 40,29% dari mereka mengalami stres dan burnout.
Baca Juga: Justin Hubner Bicara Soal Kartu Merah: Kartu Merah Adalah Bagian dari Pekerjaan
Ciri-Ciri Generasi Sandwich yang Harus Kamu Tahu
1. Menjadi Tulang Punggung Keluarga
Ini adalah ciri utama generasi sandwich. Kondisi ini menempatkan mereka untuk bertanggung jawab menanggung biaya hidup orang tua, anak-anak atau adik mereka juga dirinya sendiri.
2. Sulit Menabung atau Berinvestasi
Akibat menjadi tulang punggung keluarga, mereka cenderung memiliki pengeluaran yang relatif tinggi.
Generasi sandwich sering kali dihadapkan dengan kesulitan menabung atau berinvestasi. Hal ini tentunya berdampak pada kondisi keuangan mereka, terutama di masa depan mendatang.
3. Menghadapi Tekanan Psikologis
Beban finansial yang mereka tanggung kemudian akan berdampak serius pada tekanan emosional.
Generasi sandwich cenderung merasa bertanggungjawab secara moral juga finansial untuk menjaga kestabilan dan kesejahteraan orang tua dan anak-anak atau adik mereka. Pada akhirnya, mereka akan mengorbankan kebutuhan pribadinya.
4. Menunda Kehidupan Pribadi
Tanggung jawab finansial yang mereka hadapi akan membuat Sandwich Generation banyak menunda beberap aspek pribadi dalam kehidupannya, salah satunya pernikahan.
Alih-alih menikah, generasi sandwich cenderung akan menunda menikah, memiliki anak bahkan mengejar karier impian mereka.
5. Bergantung pada Satu Sumber Penghasilan
Sebagian besar generasi sandwich mengandalkan satu sumber penghasilan, seperti gaji bulanan. Keadaan ini membuat mereka rentan terhadap perubahan ekonomi, seperti inflasi atau kehilangan pekerjaan. (dhila-mg-iain/kid)
Editor : Nur Wachid