Jawa Pos Radar Lawu – Bajak Laut Rambut Merah menyudahi perjalanan Bajak Laut Barto Club mengarungi Dunia Baru di One Piece 1126.
Terdapat misteri dan fakta One Piece menarik di balik penghukuman yang dilakukan Yonko Akagami.
Shanks membutuhkan memberikan pelajaran kepada Bartolomeo karena berani membakar benderanya.
Berikut ini tiga fakta menarik yang dihimpun dari berbagai sumber.
1. Butuh Waktu Sebulan
Tindakan Bartolomeo membakar bendera terbilang sangat berat dalam dunia bajak laut.
Apalagi yang dibakar jolly roger milik seorang Kaisar Laut.
Bila Shanks tidak mengambil tindakan, wilayah-wilayah yang dijaganya berisiko diserang bajak laut.
Sebab bajak laut lain tidak akan lagi menganggap Shanks sebagai pelindung.
Akan tetapi, Akagami butuh waktu hingga sekitar satu bulan untuk meminta Bartolomeo bertanggung jawab.
Tempo tersebut diungkapkan oleh narator menjelang terjadinya insiden.
2. Ujian Kesetiaan
Shanks tersentuh dengan ucapan Bartolomeo yang sangat menyayangi Luffy.
Luffy yang dulu dikenalinya hanya bocah biasa, kini menjadi bajak laut hebat bukan karena semata-mata kuat, tapi punya pengikut setia.
Akagami seolah memberikan ujian kepada Bartolomeo yang mengaku sebagai pengikut Luffy.
Kiranya untuk memastikan benar tidaknya Bartolomeo bagian dari aliansi Topi Jerami.
Dan Shanks sudah mengetahui jawabannya ketika Bartolomeo menenggak racun palsu itu.
Senjata yang digunakan Yasopp untuk menembak kapal Going Luffy Senpai tampak seperti senapan laras panjang biasa.
Meski begitu, dengan hanya sekali tembakan satu peluru, kapal seketika meledak dan hancur.
Mengapa bisa meledak?
Yasopp kemungkinan besar melapisi pelurunya dengan Busoshoku Haki.
Haki itu tentunya sudah level tinggi.
Di sisi lain, insiden di Pulau Gartel memunculkan sejumlah misteri. Berikut tiga di antaranya.
1. Pertemuan dengan Bartolomeo
Bartolomeo bersujud di depan Shanks dengan kondisi babak belur di Pulau Gartel.
Pulau Gartel adalah lokasi Bartolomeo membakar bendera Akagami.
Masih menjadi tanda tanya bagaimana bisa Bartolomeo berada di sana.
Apakah Akagami menangkapnya di suatu tempat lalu membawanya ke pulau itu.
Ataukah Bartolomeo masih berada di Pulau Gartel selama sebulan sejak peristiwa pembakaran terjadi.
2. Setelah Kapal Bartolomeo Karam
Apa yang akan dilakukan Luffy bila mengetahui Bajak Laut Bartolomeo dihancurkan Shanks?
Apakah Luffy akan melawan balik Shanks, idolanya sejak kecil?
Ataukah Mugiwara hanya diam saja karena merasa tidak punya kepentingan?
Sebagaimana ucapan Bartolomeo, Luffy bersikap pasif dalam pembentukan armada besar Topi Jerami yang diinisiasi olehnya.
Namun di luar perselisihan Bartolomeo dengan Shanks, Luffy mengaku ingin mengalahkan semua Yonko.
Hal itu diucapkan kepada Law saat berada di Punk Hazard.
3. Tindakan Yasopp
Tindakan Yasopp yang menembak kapal Bartolomeo menimbulkan perdebatan.
Inisiatif sendiri atau memang sudah rencana Akagami sejak awal, yakni pura-pura melepaskan tapi akhirnya menghancurkan.
Indikasi Yasopp bertindak sendiri terlihat dari respons Shanks yang kebingungan ketika diminta minggir.
Bagi Yasopp, pelanggaran adalah pelanggaran.
Akan tetapi, Shanks juga tidak coba menghalangi anak buahnya itu untuk menembak.
Lantas, apa yang terjadi sesungguhnya?
Itu tadi misteri dan fakta One Piece di balik tinggal riwayatnya Bajak Laut Barto Club.
Ikuti terus informasi menarik tentang One Piece di Radar Lawu. (cor)
Editor : Andi Chorniawan