Jawa Pos Radar Lawu – Detik-detik kehancuran Bajak Laut Barto Club terungkap setelah baca manga One Piece 1126 RAW.
Bajak Laut Barto Club yang dipimpin Bartolomeo kalah telah oleh Bajak Laut Rambut Merah.
Berdasarkan manga One Piece 1126 yang diungkap Redon dan Pew, pembalasan Shanks kepada Bartolomeo terjadi di Pulau Galter.
Pulau Galter merupakan lokasi Bartolomeo membekar bendera Shanks dalam cover story.
Dalam gambar RAW versi ragnarokscanlation, diperlihatkan Bartolomeo babak belur dihajar Bajak Laut Rambut Merah.
Dia diikat dan berlutut di hadapan Shanks.
Shanks menjelaskan bahwa jika dirinya memaafkan Bartolomeo, maka kekuatan bendera Bajak Laut Rambut Merah di mata publik bakal jatuh.
Semua pulau dan teman-temannya yang berlindung di bawah benderanya akan berada dalam bahaya.
Bartolomeo meminta maaf kepada Shanks sembari menangis.
Bartolomeo: “Kamu benar sekali, aku benar-benar minta maaf!!”
“Aku bahkan tidak memikirkan hal itu...!!”
“Aku melakukan sesuatu yang bodoh karena ketidaktahuan...!!”
Hongo kemudian memberikan sebuah botol kecil kepada Bartolomeo.
Hongo menyampaikan bahwa botol kecil itu adalah racun yang sangat mematikan.
“Kau punya waktu satu bulan untuk membuat Luffy si Topi Jerami meminumnya.”
“Apa...??” Bartolomeo kaget.
Hongo: “Siapapun yang meminumnya akan mati karena rasa sakit yang luar biasa dengan darah keluar dari tubuhnya.”
“Bosmu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan!!!”
Bila baca manga One Piece 1126 RAW, Bajak Laut Barto Club merespons dengan nada tidak setuju.
“Itu terlalu kejam, Luffy senpai dan lainnya tidak ada hubungannya dengan ini!!”
Tiba-tiba, Bartolomeo mengambil botol racun yang dipegang Hongo dengan mulutnya, dan meminumnya sendiri.
Bajak Laut Barto Club terkejut.
“Tidak, bos!! Kamu akan berlumuran darah dan mati!!”
Bartolomeo: “Beginilah seharusnya!! Gluk, gluk...”
Shanks dan Beckman mengamati adegan di sebelah Hongo itu.
Bartolomeo berbicara dengan menumpahkan air mata.
“Luffy-senpai tidak memberikan "bendera" atau "cawan saudara" untuk kami!!”
“Kami mengambilnya sendiri! Jadi ini tidak ada hubungannya dengan Luffy-senpai!!”
“Aku tak ingin sedetik pun waktu berharga Senpai... terbuang sia-sia hanya untuk orang-orang seperti kita!”
“Ini hanyalah insiden dari seorang brengsek yang dengan bodohnya menantang seorang Yonko, dan harus membayar untuk harga itu!”
Masih berdasarkan baca manga One Piece 1126 RAW, Bartolomeo mengaku ingin melihat Luffy menjadi Raja Bajak Laut.
Namun hal tersebut tidak akan dilihatnya karena kebodohannya.
Beruntung bagi Bartolomeo, apa yang ada di dalam botol bukanlah racun.
Shanks membiarkan mereka pergi.
Ketika Going Luffy Senpai, kapal Bajak Laut Barto Club, berlayar meninggalkan pulau dengan kecepatan penuh.
Bartolomeo memberi tahu pendapatnya mengenai Shanks kepada Gambia.
Menurut Bartolomeo, Shanks adalah orang yang menakutkan karena status Yonko-nya, tapi juga sangat naif.
Di saat bersamaan, Shanks yang berada di Red Force tersenyum.
Beckman mendekati kaptennya untuk berbicara.
“Apa yang membuatmu tersenyum, Bos.?”
Shanks menjawab, “Aku senang sekali mengetahui Luffy memiliki seseorang yang sangat peduli padanya.”
Yasopp, penembak jitu Yonko Akagami, kemudian muncul di belakang Shanks dan Beckman.
Berdasarkan baca manga One Piece 1126 RAW, Yasopp tiba-tiba mengarahkan senapannya.
Ayah Usopp itu membidik kapal Going Luffy senpai.
Yasopp: “Baiklah bos, minggir! Bisnis adalah bisnis.”
Kapal Bartolomeo hancur dengan sekali tembak.
Tembakan itu mengakibatkan sebuah ledakan besar.
Patung kepala Luffy diperlihatkan hancur.
Narator lantas menyatakan hancurnya Bajak Laut Barto Club.
“Di dekat pantai Pulau Gartel... Kapal Bajak Laut Bartolomeo tenggelam... Nasib mereka tidak diketahui...”
Radar Lawu menyarankan tidak baca manga One Piece 1126 RAW bila telah rilis yang legal di situs Mangaplus. (cor)
Editor : Andi Chorniawan