Jawa Pos Radar Lawu – Yasmin Nur, mantan Asisten Staf Khusus (Stafsus) Presiden, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi di media sosial.
Yasmin sebelumnya menjadi sorotan publik setelah komentarnya terkait gaji pembantu asisten staf khusus presiden viral dan menimbulkan kontroversi.
Dalam pernyataannya, Yasmin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas.
"Saya, Yasmin Nur, dari lubuk hati yang terdalam, memohon maaf atas tulisan saya di media sosial yang mungkin menyinggung banyak pihak," ungkap Yasmin.
Dia mengakui bahwa sebagai warga biasa, dirinya tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan dalam bertindak serta berucap.
Dampak pada Institusi Sekretariat Kabinet
Yasmin juga menyatakan penyesalannya karena kontroversi tersebut turut menyeret institusi Sekretariat Kabinet.
"Saya meminta maaf karena tidak menyadari bahwa tindakan saya di media sosial turut menyeret nama institusi," jelasnya.
Yasmin menegaskan bahwa dirinya sudah mengundurkan diri sebagai Asisten Staf Khusus (Stafsus) Presiden sejak tahun 2023. Oleh karena itu, semua yang terjadi adalah tanggung jawab pribadinya dan tidak ada kaitannya dengan instansi manapun.
Tindakan Bertanggung Jawab
Sebagai bentuk tanggung jawab, Yasmin juga memutuskan untuk menutup akun media sosialnya agar dapat belajar dari kesalahan dan menghindari perilaku buruk di masa depan.
"Saya telah menghapus unggahan terkait dan menutup akun sosial media pribadi saya sebagai bagian dari tanggung jawab ini," ungkap Yasmin.
Ia pun siap menghadapi konsekuensi hukum dari kontroversi yang terjadi.
Yasmin menegaskan bahwa kejadian ini adalah pelajaran berharga baginya dan menjadi momen untuk memperbaiki diri.
"Saya akan menggunakan momen ini untuk terus bertumbuh dan belajar agar menjadi warga negara yang lebih baik ke depannya," pungkasnya.
Kontroversi Asisten Stafsus Yasmin
Kontroversi ini bermula dari komentar Yasmin terkait gaji pembantu asisten staf khusus presiden, yang ia sebut bisa mencapai Rp 23 juta.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari warganet, terutama setelah Yasmin juga membahas posisinya sebagai data analyst yang dikomentari oleh Dheo Cahyo.
Kejadian ini langsung menjadi viral di platform media sosial X. (kid)
Editor : Nur Wachid