Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengapa Bounty Sabo dari 602 Juta Belly Berubah Jadi Tak Terungkap di Vivre Card One Piece? Ini Penjelasannya

Andi Chorniawan • Sabtu, 6 Juli 2024 | 02:58 WIB
Bounty Sabo dari 602 juta Belly berubah menjadi tak terungkap di Vivre Card. (Shueisha)
Bounty Sabo dari 602 juta Belly berubah menjadi tak terungkap di Vivre Card. (Shueisha)

Jawa Pos Radar Lawu – Vivre Card One Piece terbaru rilis dengan menyertakan informasi Sabo yang pernah head-to-head dengan Gorosei. 

Informasinya meliputi hobi, makanan favorit, dan berubahnya nilai buruan atau bounty Sabo dari 602 juta Belly menjadi tak terungkap.

Orang nomor dua di Pasukan Revolusi itu juga dinarasikan punya takdir tertentu dengan klan D.

Sabo memegang jabatan kepala staf di Pasukan Revolusioner.

Pemuda 22 tahun dengan tinggi badan 187 sentimeter ini punya julukan Kaisar Api.

Asal julukan itu salah satunya karena memiliki kekuatan api dari buah iblis Mera-Mera no Mi.

Sabo menguasai Busoshoku dan Kenbunshoku Haki.

Makanan favoritnya ramen dan tidak menyukai truffle.

Kakak angkat Luffy yang berasal dari Kerajaan Goa, East Blue, itu punya hobi solo traveling.

Kehidupan Sabo dikelilingi oleh para penyandang nama D.

Mulai dari Luffy, Ace, Dragon, dan bertemu dengan Raja Cobra yang belakangan terungkap nama lengkapnya Nefertari D Cobra.

"Apakah takdir berliku ini sebuah kebetulan? Atau, mungkin ..."

Sayangnya penjelasan tersebut tidak berlanjut.

Penggemar harus berspekulasi sendiri. 

Kembali ke nilai buruan, sejatinya terdapat informasi mengenai bounty Sabo dalam Vivre Card yang terbaru.

Akan tetapi nilainya tertulis "tidak diketahui" alias tidak terungkap.

Berdasarkan informasi sebelumnya, nilainya sebesar 602 juta Belly.

Nilai bounty Sabo bisa jadi bertambah imbas insiden penyusupan dan membuat kekacauan di Marijoa saat Reverie.

Dengan Sabo yang memimpin, Pasukan Revolusioner mendeklarasikan perang melawan Tenryuubito.  

Bahkan dia berhadapan langsung dengan Gorosei dan Imu.

Meskipun pertarungan dengan otoritas tertinggi Pemerintah Dunia itu dirahasiakan dari publik.

Lantas, mengapa nilai bounty Sabo berubah "tidak diketahui"?

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lawu, Vivre Card adalah databook yang dikeluarkan majalah resmi dari Weekly Shonen Jump.

Peran Eiichiro Oda sebatas memantau dan mengizinkan rilis atau tidaknya databook tersebut.

Segala sesuatu yang bersifat informasi resmi dari Oda disampaikan melalui jalannya cerita, SBS, atau wawancara untuk umum. 

Dalam kasus bounty Sabo di Vivre Card, pihak majalah tidak punya wewenang membuat sesuatu yang belum atau tidak dijelaskan oleh Oda.

Maka masuk akal bila bounty saudara angkat Ace ini tertulis tidak diketahui. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#Pasukan revolusioner #bounty sabo #Sabo #vivre card #one piece #kaisar api #vivre card one piece #Gorosei #tak terungkap