MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Produk kerajinan kulit di Indonesia dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Kulit sapi, domba, hingga buaya, bisa diolah menjadi beragam karya bernilai tinggi seperti jaket, sepatu, atau tas.
Memang, yang belakangan ini dikenal luas sebagai daerah sentra industri kulit adalah Garut. Di daerah tersebut, industri kulit hidup sejak 1970-an.
Namun, tahukah kamu bahwa sebenarnya industri kulit di Magetan jauh lebih tua? Bahkan konon, merupakan yang tertua di Indonesia!
Mengutip dari berbagai sumber, industri kulit Magetan disebut telah berdiri sejak 1830.
Dipicu berakhirnya Perang Diponegoro, para pengikut setia sang pangeran kemudian merintis industri ini.
Sentra penyamakan kulit di Magetan lantas menghasilkan berbagai perlengkapan berkuda dan berperang.
Sempat terhenti sementara di era pendudukan Jepang, industri kecil ini bangkit kembali selepas kemerdekaan.
Kini, beratus tahun sejak industri kulit dirintis, masih banyak masyarakat yang kepincut dengan karya para perajin di Magetan.
Sepatu, jaket, sandal, dan tas kulit buatan para perajin setempat masih diidolakan.
Tokoh sekelas mantan gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga selalu mampir belanja saat kunjungan kerja di Magetan.
Selain kualitasnya oke, harga kerajinan kulit Magetan juga ramah di kantong.
Penasaran dengan kerajinan kulit asal Magetan? Mampir saja di Jalan Sawo, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan Kota.
Di jalan tersebut, berjejal toko yang memamerkan karya kerajinan kulit dari para perajin lokal.
Happy shopping! (naz)
Editor : Mizan Ahsani