Jawa Pos Radar Lawu - Iklan RCTI Oke yang kerap nongol di TV pada era 90-an dibuat melalui proses yang tidak mudah dan rumit.
Selain iklan RCTI Oke di tengah sawah dan Stadion Gelora Bung Karno, ada pula yang berlokasi di pasar terapung dan rumah gadang.
Akun platform X bernama @ipangwahid membeberkan proses pembuatan iklan jadul RCTI Oke di rumah gadang dan pasar terapung.
@ipangwahid merupakan line producer, penata artistik, sekaligus asisten sutradara dalam pembuatan iklan RCTI Oke kala itu.
Dia juga terlibat dalam pembuatan iklan RCTI Oke di tengah sawah dan Stadion GBK.
Berikut ini fakta-fakta di balik pembuatan iklan RCTI Oke yang ikonik di rumah gadang dan pasar terapung.
Berdasarkan unggahan @ipangwahid, sebagian besar kru kunci merupakan warga negara asing (WNA), karena minimnya SDM yang menguasai bidang-bidang terkait.
Iklan RCTI Oke di Rumah Gadang
Pemandangan kampung rumah gadang dalam video ternyata tidak berada di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, lho.
Tim produksinya punya rencana ke sana, namun tidak terlaksana karena kendala waktu dan kamera.
Alhasil mereka menyulap anjungan Sumbar di Taman Mini Indonesia Indah menjadi sebuah kampung.
Proses persiapannya memakan waktu satu bulan karena harus membangun beberapa rumah gadang dan menguruk halaman.
Dalam persiapannya, sempat terjadi drama ketika 50 orang harus geser ke rumah gadang untuk framing kamera.
Proses pengambilan gambar menggunakan crane besi yang berat. Sebab kala itu belum ada drone atau jimmy jib.
TV di dalam rumah dalam keadaan mati dan ditempel green screen. Dari green screen itu kemudian diberi visual sendiri sesuai keinginan.
Iklan RCTI Oke di Pasar Terapung
Lokasi shooting di Sungai Barito Muara Kuin, Kalimantan Selatan. H-3 pengambilan gambar, tim mencari lokasi, casting pemain, dan artistik.
Tim membangun dermaga dengan bentang 7x14 meter di kedalaman 10 meter dalam dua hari.
Demi pertimbangan artistik, tim mengeset sekitar 20 perahu lengkap dengan isinya.
Sayuran dan buah-buahan dibeli jam tiga pagi agar tidak layu.
Shooting menggunakan steady cam dengan kamera film 35mm dan berjalan di atas dermaga yang sebelumnya dibuat.
(cor)
Editor : Andi Chorniawan