Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah menjamurnya kuliner modern, Kabupaten Pasuruan tetap memiliki hidangan tradisional yang tak pernah kehilangan penggemarnya. Salah satunya adalah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Rasanya yang khas dan aromanya yang menggugah selera membuat Lontong Kupang Keraton tetap menjadi primadona hingga saat ini.
Sebagai salah satu kuliner Pasuruan yang legendaris, lontong kupang selalu diburu wisatawan yang ingin mencicipi keautentikan cita rasa daerah ini. Banyak pengunjung mengaku bahwa belum lengkap rasanya datang ke Pasuruan jika belum menikmati hidangan yang satu ini.
Cita Rasa Autentik dari Kupang dan Petis Udang
Lontong kupang terbuat dari kupang, sejenis kerang kecil yang hidup di perairan Pantai Utara Jawa. Kupang yang segar kemudian dimasak dengan bumbu bawang putih, jahe, dan rempah sederhana hingga menghasilkan kuah bening yang gurih.
Hidangan ini makin kaya rasa berkat tambahan petis udang, bawang goreng, sambal, dan perasan jeruk nipis. Perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pedas membuat lontong kupang memiliki karakter yang tak dimiliki kuliner lainnya.
Banyak penikmat kuliner mengatakan bahwa rasa lontong kupang Pasuruan sulit ditiru tempat lain karena kupangnya dianggap lebih segar dan petisnya lebih aromatik.
Keraton, Sentra Lontong Kupang Paling Terkenal di Pasuruan
Meskipun lontong kupang tersebar di berbagai daerah pesisir Jawa Timur, Kupang Keraton dari Pasuruan dianggap sebagai yang paling otentik dan melegenda. Kawasan Keraton sudah lama dikenal sebagai pusat olahan kupang, sehingga kualitas dan rasanya terjaga secara turun-temurun.
Banyak penjual di daerah ini masih mempertahankan resep keluarga yang sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Tak heran, rasanya tetap konsisten dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Lento, Pendamping Wajib yang Menambah Kelezatan
Salah satu ciri khas lontong kupang Pasuruan adalah kehadiran lento, gorengan berbahan singkong dan kacang hijau. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, memberikan sensasi berbeda saat disantap bersama kuah kupang.
Perpaduan lontong, kupang, petis, dan lento menciptakan pengalaman kuliner yang kaya rasa—sehingga membuatnya sulit dilupakan.
Harga Terjangkau, Rasa Tak Diragukan
Daya tarik lain dari Lontong Kupang Keraton adalah harganya yang tetap ramah di kantong. Satu porsi biasanya dibanderol antara Rp10.000 sampai Rp20.000, menjadikannya pilihan favorit masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas tanpa merogoh kocek dalam-dalam.
Selain ekonomis, porsinya juga cukup mengenyangkan, sehingga cocok sebagai menu makan siang atau santai di sore hari.
Selalu Diburu Pengunjung dari Berbagai Daerah
Kawasan penjual lontong kupang di Keraton biasanya ramai pada akhir pekan. Banyak wisatawan dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga wisatawan luar daerah menyempatkan diri datang hanya untuk mencicipi cita rasa otentik Kupang Keraton.
Popularitas kuliner ini juga semakin meningkat berkat ulasan para food vlogger dan media sosial, membuatnya semakin dikenal sebagai salah satu kuliner khas Pasuruan yang wajib dicoba.
Warisan Kuliner yang Terus Dilestarikan
Keberadaan Lontong Kupang Keraton bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Pasuruan. Banyak penjual yang terus mempertahankan resep tradisional agar warisan kuliner ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.
Dengan cita rasa unik dan sejarah panjang yang dimilikinya, Lontong Kupang Keraton tetap menjadi primadona kuliner lawas di Pasuruan. Bagi wisatawan yang berkunjung, mencoba kuliner ini adalah pengalaman wajib yang tidak boleh dilewatkan—sekaligus menjadi cara terbaik untuk mengenal kekayaan rasa khas Pasuruan. (ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid