Jawa Pos Radar Lawu- Kota Kediri atau disebut juga dengan kota tahu karena kuningnya tahu takwa menjadi simbol sejarah yang sudah menjadi bagian Kota Kediri sejak ratusan tahun silam.
Kuliner yang nyatanya sudah menjadi tumpuan perekonomian masayarakat ini terkenal karena rasa dan gurihnya tahu berbeda dengan kebanyakan tahu biasa.
Tak hanya tahu, ternyata juga kuliner yang satu ini terkenal seantero Kota Kediri yang menyimpan sejuta kenangan rasa dan kenikmatan yang melekat di hati masyarakat sejak puluhan tahun. Apalagi kalau bukan Soto Podjok Kota Kediri.
Warung soto yang sederhana dengan arsitektur yang lawas ini menjadi daya tarik wisatawan, apalagi ejaan nama dari Soto Podjok masih memakai ejaan lama, mengartikan sebuah keterikatan sejarah panjang awal berdiri yang masih konsisten sampai hari ini.
Tidak hanya konsisten dari bangunannya saja, tetapi rasa dan kehangatan soto masih sama dan tidak sedikit berbeda, yang padahal pelopor awal dari usaha Soto Podjok sudah turun temurun di wariskan.
Soto Podjok Kota Kediri sudah ada sejak sebelum masa Kemerdekaan Indonesia, yakni sekitar 1926 tahun diera pemerintahan kolonial Belanda. Lokasi wisata kuliner ini termasuk diwilayah pusat Kota Kediri, menjadikan tempat yang strategis untuk ladang usaha kuliner karena tidak sulit untuk dijumpai.
Warung soto yang tidak pernah sepi ini juga pernah di kunjungi tokoh penting di masa kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan.
Saking besarnya pamor Soto Podjok, banyak tokoh-tokoh dan pejabat politik yang mampir ketika berkunjung ke Kediri.
Mulai dari Soekarno bersama putranya yakni Guntur, Gus Dur, hingga Taufik Kiemas. Artis-artis ibu kota pun tidak ketinggalan seperti Bunga Citra Lestari, Isyana maupun Anang-Ashanti tercatat sebagai selebritis yang sempat merasakan lezatnya warung Soto Podjok.
Maka tak heran, jika Soto Podjok Kota Kediri di beri gelar soto legendaris Kota Kediri yang namanya sudah tidak famliar di telinga wisatawan lokal maupun luar. (ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid