Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenikmatan Cita Rasa Lontong Balap, Kuliner Khas Kota Surabaya yang Bikin Ngangenin!

Nur Wachid • Senin, 22 September 2025 | 22:05 WIB

 

Gambar Rujak Soto
Gambar Rujak Soto

Jawa Pos Radar Lawu - Surabaya tak hanya dikenal sebagai kota pahlawan, namun terkenal sebagai surga kuliner yang menyimpan beragam cita rasa khas. Salah satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu adalah lontong balap. 

Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang mencerminkan semangat dan kreativitas masyarakat Surabaya dalam meracik bahan sederhana menjadi sajian luar biasa.

Lontong balap terdiri dari potongan lontong yang disajikan bersama tauge rebus, lentho (perkedel kacang tolo), tahu goreng, sambal, dan tak ketinggalan bumbu petis yang menjadi ciri kuliner khas Jawa Timur.

Baca Juga: Ribuan Aparat Amankan Aksi Buruh di DPR, Jalanan Jakarta Diprediksi Macet Total

Kuahnya yang bening namun kaya rasa, berpadu dengan aroma petis yang kuat, menciptakan harmoni rasa yang menggoda lidah.

Sejarah Dan Nama yang Unik

Nama “lontong balap” memiliki cerita menarik di baliknya. Konon, pada awal abad ke-20, para penjual lontong di Surabaya membawa dagangannya dengan gerobak dorong dan berlomba-lomba menuju lokasi strategis untuk berjualan.

Kecepatan mereka dalam bergerak membuat masyarakat menyebutnya sebagai “balapan lontong”, yang kemudian dikenal sebagai “lontong balap”.

Baca Juga: Ribuan Aparat Amankan Aksi Buruh di DPR, Jalanan Jakarta Diprediksi Macet Total

Menurut kisah kuliner lokal, lontong balap mulai populer di kawasan Wonokromo dan Darmo, sebelum menyebar ke seluruh penjuru kota. Kini, kuliner ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas kuliner Surabaya.

Lentho, si renyah dan enak

Salah satu komponen yang membuat lontong balap begitu istimewa adalah lentho. Terbuat dari kacang tolo yang ditumbuk kasar dan dicampur dengan parutan singkong, lentho digoreng hingga berwarna keemasan dan bertekstur renyah.

Kehadirannya memberikan tekstur kontras yang menyenangkan, sekaligus menambah nilai gizi dari protein nabati.

 Baca Juga: Aturan Offside Terbaru Usulan Arsene Wenger Akan Dicoba, Ini Perbedaannya

Tak hanya itu, lentho juga menjadi pembeda antara lontong balap dan lontong sayur biasa. Di beberapa warung legendaris, lentho dibuat secara manual setiap pagi untuk menjaga kualitas dan rasa otentik.

Petis, Bumbu Khas yang Mengikat Cita Rasa Lontong Balap

Petis udang adalah elemen penting dalam lontong balap. Bumbu hitam pekat ini dibuat dari rebusan kepala udang yang dimasak hingga mengental, lalu dicampur dengan gula merah dan bumbu rahasia.

Baca Juga: Madakaripura Waterfall, Air Terjun Tertinggi di Jawa Timur dengan Legenda Patih Gajah Mada

Rasanya yang manis, gurih, dan sedikit asin, memberikan kedalaman rasa yang khas pada kuah lontong balap.

Di Surabaya, petis bukan hanya pelengkap, tetapi juga penentu kualitas.

Warung-warung ternama seperti Lontong Balap Garuda dan Lontong Balap Pak Gendut dikenal karena racikan petisnya yang khas dan konsisten selama puluhan tahun.

Warung Legendaris dan Rekomendasi Lokasi Lontong Balap

Bagi wisatawan atau pecinta kuliner yang ingin berlangganan lontong balap ini, berikut beberapa rekomendasi warung legendaris di Surabaya:

Baca Juga: Ribuan Aparat Amankan Aksi Buruh di DPR, Jalanan Jakarta Diprediksi Macet Total

- Lontong Balap Garuda Pak Gendut – Jl. Kranggan No.60, Surabaya  

- Lontong Balap Pak H. Mahfud – Jl. Raya Darmo,Surabaya  

- Lontong Balap Pak Gik – Jl. Semarang No.1, Surabaya  

Setiap warung memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari tingkat kekentalan petis hingga rasa lentho dan tahu goreng.

Namun satu hal yang pasti antrean panjang di pagi hari menjadi bukti bahwa lontong balap tetap menjadi primadona sarapan pagi warga Surabaya.

Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi

Meski zaman terus berubah dan tren kuliner berganti, lontong balap tetap bertahan sebagai simbol kuliner tradisional yang dicintai generasi ke generasi selanjutnya.

Beberapa pelaku UMKM bahkan mulai memasarkan lontong balap dalam bentuk makanan beku agar bisa dinikmati semua pencinta kuliner di Indonesia.

Pemerintah Kota Surabaya juga aktif mempromosikan lontong balap dalam berbagai festival kuliner, seperti Festival Rujak Uleg dan Surabaya Culinary Night, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya kuliner lokal.

 

Editor : Nur Wachid
#kuliner #lontong balap #kota pahlawan #surabaya