Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Manis Legit Madumongso Ponorogo ala Supriati, Banjir Orderan Mendekati Lebaran, Pesanan Terbanyak dari Laur Jawa  

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 30 Maret 2024 | 22:58 WIB
JAJANAN LEGENDARIS: Madumongso tetap eksis diburu masyarakat menjelang lebaran. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)
JAJANAN LEGENDARIS: Madumongso tetap eksis diburu masyarakat menjelang lebaran. (SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Madumongso tak kehilangan penggemarnya. Jajanan legendaris lebaran itu seolah menjadi menu wajib.

Pengrajin madumongso pun banjir orderan. Salah satunya, Supriati, warga Kelurahan Mangunsuman, Siman.

''Setiap tahun pasti ramai yang pesan,’’ kata Supriati.

Membuat jajanan madumongso menjadi aktivitas rutinnya setiap tahun.

Biasanya, pesanan datang sebelum ramadan. Tak hanya dari wilayah Ponorogo, melainkan dari berbagai luar daerah.

Seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. ''Dipasarkan lewat media sosial. Kalau pesanan dari Jawa Timur justru tidak banyak,’’ ujarnya.

Dibantu sejumlah ibu rumah tangga sekitar rumah, 20 kilogram bahan ketan hitam diolah saban hari.

Jumlah tersebut terus bertambah mendekati lebaran. ''Lebaran tahun sebelumnya produksi sampai 1,5 ton. Sampai pertengahan ramadan ini baru setengahnya, semoga bisa lebih banyak,’’ jelasnya.

Membuat jajanan madumongso bukan perkara gampang. Campuran ketan hitam dan putih dicuci bersih, lalu direndam air hangat semalam.

Pun, lanjut dikukus sebanyak dua kali sebelum ditiriskan dan difermentasi dua hari dua malam. menjadi tapai.

Usai bahan siap, tapai dicampur dengan santan, gula merah, dan putih. Diaduk di atas kompor selama dua jam penuh. 

''Mengaduk ini yang sulit, karena semakin lama semakin berat, jadi butuh tenaga kuat,’’ ungkapnya sembari menyebut satu kilogram madumongso dijual Rp 135 ribu. (gen/kid)

Editor : Nur Wachid
#lebaran #madumongso #ramadan #jajanan #ponorogo