KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, berbagai elemen mewarnai kemeriahan. Mulai kembang api, barongsai, hingga camilan tradisional khas Tionghoa.
Uniknya, perayaan Tahun Baru Imlek tak jauh dari camilan tradisional khas Tionghoa. Sekaligus menandai pengalaman kuliner dan menghidupkan tradisi lama.
Dilansir Radar Lawu dari Jawa Pos, dari Brondong Nasi hingga Kue Lidah Sapi, berikut adalah beragam camilan tradisional khas Tionghoa yang membuat perayaan lebih meriah.
- Brondong Nasi (Bào Chǎo Mǐ)
Brondong nasi, camilan yang terinspirasi oleh popcorn, kembali menjadi favorit dengan pendekatan yang lebih sehat.
Proses pembuatannya yang mirip dengan popcorn memberikan rasa alami pada nasi pop yang disajikan tanpa tambahan mentega, garam, atau karamel.
Di provinsi Guangxi, permen nasi goreng juga menjadi ikon nostalgis yang membangkitkan kenangan indah.
- Permen Malt Nasi
Meskipun proses pembuatannya tradisional dan rumit, permen malt nasi tetap menjadi camilan yang dicari selama Tahun Baru Imlek.
Dengan sentuhan tekstur renyah dan kenyal, permen ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran di masa yang akan datang.
Meskipun kini dapat dibeli di toko modern, beberapa rumah tangga pedesaan tetap mempertahankan cara tradisional dalam pembuatan camilan ini.
- Permen Jahe (Táng Jiāng Piàn)
Dari Changsha, permen jahe telah memikat lidah orang sejak Dinasti Ming.
Terbuat dari bawang putih segar, gula putih, garam, dan bumbu alami, permen ini menjadi pilihan populer di musim dingin.
Selain menyajikan rasa yang unik, permen jahe juga diakui memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk meredakan pilek dan sakit perut.
- Gorengan Kepang (Má Huā)
Gorengan kepang, yang awalnya dikaitkan dengan legenda tentang kalajengking beracun, kini menjadi camilan yang bisa dinikmati kapan saja.
Baca Juga: Baru Delapan Hari Dilantik, Ketua KPPS Ini Meninggal Dunia Usai Ikuti Sosialiasi Sirekap
Dengan potongan adonan yang dipilin dan digoreng hingga keemasan, camilan ini menawarkan kesehatan dengan kandungan protein tinggi dan rendah lemak.
- Kue Lidah Sapi (Niú Shé Bǐng)
Kue lidah sapi, camilan khas Beijing, merambah ke seluruh Tiongkok dan bahkan ke Taiwan.
Dalam variasinya, kue lidah sapi Yilan terkenal dengan potongan panjang, tipis, dan renyah tanpa isian, sementara variasi dari kota-kota lain mungkin memiliki tambahan seperti madu, gula, atau biji wijen.
Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini tidak hanya diwarnai oleh kembang api dan parade, tetapi juga oleh kelezatan camilan-camilan tradisional yang membawa nostalgia dan kekayaan budaya Tiongkok. (mg1/kid)
Editor : Nur Wachid