Jawa Pos Radar Lawu - Chihuahua, anjing yang ukurannya mungkin hanya cukup untuk dipeluk dengan satu tangan, tetapi ternyata menyimpan cerita evolusi yang jauh lebih besar. Penelitian terbaru menemukan bahwa anjing mungil asal Meksiko ini memiliki sejumlah bagian DNA yang memiliki hubungan dengan coyote liar.
Temuan tersebut terungkap ketika para peneliti menggunakan perangkat lunak baru untuk mempelajari sejarah genetik berbagai jenis anjing. Hasil analisis menunjukkan adanya beberapa segmen genom Chihuahua yang memiliki hubungan dengan coyote. Meski begitu, temuan ini bukan berarti Chihuahua merupakan hasil persilangan langsung antara anjing dan coyote pada zaman modern.
Penelitian mengenai asal-usul genetik tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications. Tim peneliti yang berbasis di Stanford University menggunakan metode yang memungkinkan mereka melacak asal-usul bagian tertentu dari DNA.
Jejak Coyote Muncul dari Analisis Genetik
DNA dapat dianggap sebagai semacam arsip biologis. Informasi genetik yang diwariskan dari generasi ke generasi menyimpan jejak perubahan dan hubungan antara satu kelompok hewan dengan kelompok lainnya.
Untuk membaca sejarah tersebut, para peneliti menggunakan dua perangkat lunak bernama Gnomix dan Gnofix. Keduanya dirancang untuk menganalisis genom dalam jumlah besar sekaligus memperkirakan hubungan kekerabatan dan sejarah evolusi.
Metode yang digunakan dikenal sebagai local ancestry inference (LAI). Teknologi ini memungkinkan ilmuwan melihat asal-usul bagian tertentu dari genom, bukan hanya membandingkan keseluruhan DNA.
Saat menganalisis berbagai data tersebut, tim menemukan sesuatu yang cukup menarik pada Chihuahua.
Baca Juga: Bukan Dinosaurus, Hewan Purba Ini Ternyata Masih Hidup di Indonesia!
Ada Bagian DNA yang Berasal dari Coyote
Hasil analisis memperlihatkan bahwa Chihuahua memiliki beberapa segmen genom yang memiliki hubungan dengan coyote liar (Canis latrans).
Temuan ini juga memperkuat bukti bahwa Chihuahua memiliki bagian dari warisan genetik anjing yang telah hidup di Amerika sebelum kedatangan bangsa Eropa.
Mayoritas ras anjing modern diketahui memiliki garis keturunan yang banyak dipengaruhi anjing dari Eropa. Namun, Chihuahua dan Xoloitzcuintli, atau anjing tanpa bulu Meksiko, ternyata masih mempertahankan sebagian unsur genetik dari anjing yang telah berada di kawasan Amerika sebelum masa kolonial.
Kapan Gen Coyote Masuk ke Garis Keturunan Chihuahua?
Pertanyaan berikutnya justru belum memiliki jawaban pasti.
Penelitian tersebut belum bisa menentukan secara tepat kapan gen coyote masuk ke garis keturunan Chihuahua. Namun, penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa percampuran tersebut kemungkinan terjadi sebelum Christopher Columbus tiba di Amerika.
Para peneliti juga belum mengetahui apakah perkawinan antara anjing dan coyote tersebut terjadi secara sengaja atau berlangsung secara alami.
Dengan kata lain, ilmuwan sudah menemukan jejak genetiknya, tetapi cerita lengkap tentang bagaimana gen tersebut masuk ke garis keturunan Chihuahua masih menjadi teka-teki.
Bukan Berarti Chihuahua Adalah “Setengah Coyote”
Temuan ini perlu dipahami dengan tepat. Chihuahua tidak bisa disebut sebagai hewan yang merupakan separuh anjing dan separuh coyote.
Yang ditemukan adalah segmen tertentu dalam genom Chihuahua yang memiliki asal-usul coyote. Sementara itu, sebagian besar karakter Chihuahua modern terbentuk melalui proses panjang domestikasi dan seleksi oleh manusia.
Ukuran tubuhnya yang sangat kecil, misalnya, kemungkinan besar berkaitan dengan seleksi buatan. Manusia selama beberapa generasi memilih dan mengembangbiakkan anjing berdasarkan karakter tertentu hingga menghasilkan ukuran dan penampilan yang menjadi ciri Chihuahua saat ini.
Ukuran Mini Bukan Warisan Coyote
Menariknya, keberadaan gen coyote tidak menjelaskan mengapa Chihuahua berukuran sangat kecil.
Coyote sendiri memang lebih kecil dibandingkan serigala, tetapi ukurannya tetap jauh lebih besar daripada Chihuahua.
Zoolog sekaligus pakar perilaku hewan Jacqueline Boyd, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, juga menyoroti bahwa bukti keberadaan anjing berukuran kecil sudah ditemukan pada masyarakat Mesoamerika sebelum kontak dengan bangsa Eropa. Namun, hubungan antara anjing-anjing tersebut dengan Chihuahua modern masih belum diketahui secara pasti.
Apakah Sifat Chihuahua Juga Berasal dari Coyote?
Chihuahua dikenal memiliki karakter yang cukup percaya diri. Anjing kecil ini sering terlihat berani, mandiri, dan vokal meskipun ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dibandingkan banyak ras anjing lain.
ScienceAlert menyoroti bahwa telinga besar dan suara Chihuahua yang ekspresif sekilas memang mengingatkan pada coyote. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa sifat-sifat tersebut secara langsung diwarisi dari coyote.
Boyd menjelaskan:
"Wild coyotes and wolves have been found to hybridize naturally, especially in geographical areas where 'wolf-like' behavioral traits are beneficial,"
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
“Coyote liar dan serigala diketahui dapat melakukan hibridisasi secara alami, terutama di wilayah geografis tempat sifat-sifat seperti serigala memberikan keuntungan.”
Pernyataan tersebut memberikan konteks bahwa perkawinan silang antarkelompok canid memang dapat terjadi secara alami, tetapi tidak secara otomatis membuktikan bahwa karakter tertentu pada Chihuahua berasal dari coyote.
Baca Juga: Kisah Heroik Anjing Moka Tolong Majikan saat Banjir Melanda Bali, Lakukan Hal Ini!
Penemuan Ini Membuka Cerita Baru tentang Chihuahua
Temuan genetik tersebut menambah satu bagian penting dalam sejarah Chihuahua. Ras ini ternyata bukan sekadar hasil perkembangan anjing modern, tetapi juga membawa jejak dari sejarah panjang anjing di benua Amerika.
Para ilmuwan kini dapat menggunakan teknologi analisis genom untuk membedah bagian-bagian kecil DNA dan menemukan hubungan yang sebelumnya sulit terlihat.
Jadi, ketika seekor Chihuahua bertubuh mungil berdiri dengan telinga tegak dan ekspresi percaya diri, ada sedikit kisah liar yang tersimpan di balik genomnya. Namun, hubungan tersebut berasal dari jejak genetik dalam sejarah evolusinya, bukan berarti Chihuahua modern adalah “setengah coyote”.
(Magang, Silva Yudia Azizah Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : science alert