Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Historiografi Hotel Merdeka Kota Madiun: Awalnya Rumah Kos R. Ruitenschild Didirikan 1881 Silam (Bagian 1)

Nur Wachid • Senin, 29 Januari 2024 | 19:11 WIB

BERSEJARAH: Hotel Merdeka Kota Madiun memiliki sejarah panjang, telah berdiri satu abad lebih sejak pemerintahan kolonial Belanda. (TIKETCOM)
BERSEJARAH: Hotel Merdeka Kota Madiun memiliki sejarah panjang, telah berdiri satu abad lebih sejak pemerintahan kolonial Belanda. (TIKETCOM)

Hotel Merdeka di Kota Madiun memiliki sejarah panjang dan berhubungan erat dengan masuknya bangsa-bangsa Eropa ke Kota Madiun. Konon, Hotel Merdeka telah berdiri lebih dari satu abad silam, sejak masa pemerintahan kolonial Belanda. Rubrik Historia Radar Lawu kali ini mengulas tentang sejarah Hotel Merdeka, Kota Madiun.


KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Kota Madiun dilirik bangsa Eropa usai perang Jawa 1830 silam. Tertali simpul dengan sejarah Hotel Merdeka di Jalan Pahlawan yang menjadi saksi sejarah masuknya bangsa Eropa, China, dan Arab di Kota Madiun.

Hal itu menandai ekspansi bisnis besar-besaran sekaligus menjadi tonggak awal kehidupan perekonomian masyarakat modern di Kota Madiun. Kesimpulan itu didasarkan pada riset panjang Wardianto yang tergugah kalimat batin Pramoedya Ananta Toer: ‘menulis untuk keabadian’.

Mendorong pria kelahiran 1960 Kelurahan/Kec. Kartoharjo, Kota Madiun itu mengulik sejarah kota kelahirannya. Meskipun telah menetap di Surabaya sejak 1980 silam.

‘’Bisa dibayangkan tulisan jurnalis Belanda 1800-an silam masih dapat memberikan wawasan generasi saat ini,’’ kata Anto, panggilan akrabnya.

Kajian pustaka dilakoni selama dua tahun. Anto harus menghabiskan waktu mencari surat kabar terbitan Belanda yang beredar di Indonesia era 1600-1900.

Menurutnya setelah Perang Diponegoro berakhir, bangsa Eropa mulai melebarkan sayap melirik Kota Madiun. Diproyeksikan untuk lahan pertanian dan perkebunan. ‘’Saya temukan nama R. Ruitenschild,’’ sebut Anto.

Dia mengungkapkan ketika itu, bangsa Eropa mulai membuka lahan perkebunan tebu. Termasuk sukses mendirikan pengolahan produksi hasil perkebunan. Dengan beroperasinya Pabrik Gula (PG) Purwodadi pada 1832.

Kemudian disusul PG Pagotan 1884, PG Soedono 1888, PG Redjosari 1890, PG Kanigoro 1894, dan terakhir PG Redjoagung 1910 silam. ‘’Indikasinya dibangun pabrik gula di Karesidenan Madiun,’’ ungkapnya.

Kedatangan bangsa Eropa bersamaan China dan Arab ke Kota Madiun disambut R. Ruitenschild. Seorang pensiunan militer Hindia Belanda yang membangun rumah di Residentlaan (sekarang Jalan Pahlawan, Red).

 

 

Rumah itu dijadikan pemondokan atau indekos pada 1881 silam. Sekaligus menjadi jujugan bangsa Eropa yang melancong ke Kota Madiun.

‘’Rumah R. Ruitenschild itu sekarang jadi Hotel Merdeka itu,’’ jelasnya.

Rumah kos R. Ruitenschild mulai dikenal banyak orang dan berkembang pesat. Kejayaannya terekam dalam jejak iklan baris di surat kabar Belanda.

Anto menemukan beberapa potongan iklan berbahasa Belanda mulai 1800-1900 silam. ‘’Bisnis rumah kosnya mulai meluas dan dikenal banyak orang,’’ tambahnya. *** bersambung-(kid)

 

Editor : Nur Wachid
#sejarah #kolonial #Ruitenschild #kota madiun #belanda #Hotel Merdeka