Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Romantisme Keluarga Belanda di Sarangan: Petualangan Menemukan Waktu yang Hilang di Lereng Lawu (1)

Loditya Fernandes • Sabtu, 6 Januari 2024 | 19:16 WIB
KENANGAN: Paul Auguste Alting von Geusau dan keluarganya memiliki tinggal di kawasan Telaga Sarangan.  (JAVAPOST.NL/RADAR LAWU)
KENANGAN: Paul Auguste Alting von Geusau dan keluarganya memiliki tinggal di kawasan Telaga Sarangan. (JAVAPOST.NL/RADAR LAWU)

Jawa Pos Radar Lawu - Sarangan bukan sekadar keindahan alam. Di balik kemolekan dan suhu dingin telaga, ada kisah romantisme keluarga Belanda.  

Itu terungkap dari kisah napak tilas Peter van Alting Geusau ke Sarangan.

Berangkat dari kisah orangtuanya tinggal di Hindia-Belanda -sebutan Indonesia- yang banyak diceritakan namun sebagian lainnya disimpan rapat.

Napak tilas itupun menjadi bagian dari pencarian Peter atas waktu yang telah banyak hilang seperti yang dilansir dari javapost.nl.

Tewas Empat Bulan Setelah Menikah

Cerita berawal dari Paul Auguste Alting von Geusau. Kakek Peter itu mendaftar menjadi tentara kolonial belanda dan mendapatkan jabatan sebagai letnan.

Namun, Paul terbunuh di usia 27 tahun saat ada penggerebekan di camp Tjakra Nagara, Lombok malam hari antara tanggal 25-26 Agustus 194.

Padahal Paul baru saja menikah. Baru empat bulan sebelum kematiannya. Tidak lama setelah kelahiran Willem Henri Alting von Geusau, putranya di Ambarawa.

Putra kecil yang baru sekali digendongnya itu ayah dari Peter.

Willem, ayah Peter belajar di bidang hukum dan memperoleh gelar doktor di bidang hukum pada usia 23 tahun di Leiden.

Pada tahun 1918 Willem berangkat ke Hindia Timur sebagai pejabat kehakiman, di mana ia bekerja di berbagai posisi, termasuk sebagai ketua Dewan Pertanahan di Kediri dan sebagai pejabat sekretariat di Batavia.

Ada beberapa kali mutasi, antara lain bekerja di Purwokerto, Probolinggo, Ngawi, dan Magetan.

Willem pun tinggal di Semarang selama beberapa tahun, di mana ibunda tercinta yang selalu menemaninya bepergian, kemudian meninggal dunia pada usia 72 tahun. (bersambung/odi)

Editor : Loditya Fernandes
#telaga sarangan #magetan #lawu #Alting von Geusau #belanda