MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Insiden lima pendaki Gunung Lawu yang mengalami hipotermia hingga kondisi kritis baru-baru ini menjadi peringatan bagi para pendaki untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan persiapan fisik.
Hipotermia adalah kondisi berbahaya ketika suhu tubuh seseorang turun drastis di bawah 35°C, seringkali disebabkan oleh paparan suhu dingin atau cuaca buruk yang berkepanjangan, terutama saat mendaki gunung dengan suhu ekstrem.
Berikut adalah cara menangani dan mencegah hipotermia yang dapat membantu para pendaki agar insiden serupa tidak terulang.
Penyebab dan Gejala Hipotermia
Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko hipotermia adalah cuaca dingin ekstrem, hujan, angin kencang, dan kondisi tubuh yang kelelahan tanpa asupan makanan yang cukup.
Gejala hipotermia meliputi menggigil, kulit pucat dan dingin, pernapasan lambat, kebingungan, hingga hilangnya kesadaran.
Pada kasus di Gunung Lawu, para pendaki dilaporkan mengalami hipotermia akibat cuaca buruk, kurang asupan makanan, dan kurangnya perlindungan terhadap suhu dingin ekstrem.
Cara Menangani Hipotermia saat Mendaki Gunung
Jika ada rekan pendaki yang menunjukkan tanda-tanda hipotermia, segera lakukan langkah berikut:
1. Bawa ke Tempat yang Lebih Hangat
Pindahkan korban ke tempat yang lebih hangat dan terlindung dari angin atau hujan. Hal ini akan membantu mencegah kehilangan panas lebih lanjut.
2. Ganti Pakaian Basah dengan yang Kering
Pakaian basah dapat memperparah kondisi hipotermia, jadi segera ganti pakaian korban dengan yang kering.
3. Bungkus dengan Selimut
Gunakan selimut atau kain tebal untuk membungkus tubuh korban, termasuk kepala dan leher. Ini membantu menjaga suhu tubuh agar tidak terus menurun.
4. Beri Minuman Hangat
Jika korban masih sadar, beri minuman hangat non-alkohol untuk membantu tubuh menghangat dari dalam.
5. Fokus pada Pemanasan Bagian Vital
Letakkan kompres hangat di area tubuh seperti leher, dada, dan selangkangan. Hindari pemanasan langsung dengan air panas atau bantal pemanas.
6. Segera Panggil Bantuan Medis
Jika kondisi tidak membaik, segera hubungi tim evakuasi atau petugas medis yang ada di jalur pendakian.
Tips Mencegah Hipotermia saat Mendaki
Untuk mengurangi risiko hipotermia, pendaki perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Kenakan Pakaian Berlapis dan Tahan Air
Pilih pakaian berbahan tahan air dan angin, serta gunakan lapisan-lapisan pakaian yang bisa menjaga kehangatan tubuh.
2. Bawa Makanan Berenergi Tinggi
Pastikan membawa makanan berkalori tinggi untuk menjaga energi tubuh, terutama makanan yang cepat diserap oleh tubuh seperti cokelat, kacang-kacangan, atau energi bar.
3. Minum Secukupnya
Meski berada di suhu dingin, dehidrasi tetap bisa terjadi.
Pastikan minum cukup untuk menjaga cairan tubuh, tapi hindari minuman beralkohol yang dapat menurunkan suhu tubuh.
4. Gunakan Tenda atau Pelindung di Tempat Istirahat
Saat beristirahat, usahakan menggunakan tenda atau shelter yang dapat melindungi dari angin dan hujan.
5. Pahami Prakiraan Cuaca
Sebelum mendaki, cek prakiraan cuaca di jalur pendakian. Jika cuaca diprediksi buruk, pertimbangkan untuk menunda pendakian.
Pentingnya Kesadaran dan Kesiapan Pendaki
Insiden di Gunung Lawu menjadi pengingat pentingnya persiapan matang dan kesadaran akan kondisi cuaca bagi setiap pendaki, terutama yang berencana mendaki di area dengan suhu ekstrem.
Dengan persiapan yang baik dan langkah pencegahan yang tepat, risiko hipotermia dapat diminimalkan, sehingga pendakian bisa berjalan aman dan nyaman.
Pastikan setiap anggota tim memahami risiko dan cara penanganan hipotermia agar dapat membantu satu sama lain di lapangan. (kid)
Editor : Nur Wachid