MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu tidak hanya menyuguhkan tantangan bagi para pendaki, tetapi juga keunikan tersendiri dengan adanya warung tertinggi di Indonesia.
Warung Mbok Yem, berada di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadi tempat istirahat favorit para pendaki yang hendak menaklukkan puncak Hargo Dumilah.
Warung Mbok Yem Legendaris Sejak 1980-an
Warung ini dikelola Mbok Yem, perempuan berusia 64 tahun yang telah berjualan di puncak Gunung Lawu sejak tahun 1980-an.
Meskipun sederhana dengan dinding kayu dan suasana yang akrab, warung ini memiliki reputasi yang besar di kalangan pendaki.
Banyak yang menyebutnya sebagai warung legendaris, dan bagi para pendaki, warung ini merupakan tujuan wajib saat menjelajahi Gunung Lawu.
Tempat Istirahat dan Kuliner Khas Pecel Telur Ceplok
Di Warung Mbok Yem, pendaki bisa membeli minuman hangat, gorengan, dan hidangan terkenal Mbok Yem, pecel telur ceplok yang menggugah selera.
Selain makanan, warung ini juga menyediakan tempat istirahat yang cukup luas, sehingga pendaki dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian.
Pada masa-masa tertentu, seperti tanggal 17 Agustus dan bulan Sura, Gunung Lawu ramai dikunjungi oleh ratusan pendaki.
Pada momen tersebut, Mbok Yem melayani hingga 200 pendaki dalam satu hari.
Keberadaan warung ini menjadi penyelamat bagi pendaki yang kehabisan logistik saat berada di gunung.
Warung Mbok Yem Simbol Ketangguhan Gunung Lawu
Bagi para pendaki, Warung Mbok Yem telah menjadi bagian dari Gunung Lawu yang tak terpisahkan.
Selain sebagai tempat membeli makanan dan minuman, warung ini menjadi tempat pertemuan para pendaki dari berbagai jalur pendakian.
Di sini, pendaki sering bertukar cerita, berbagi pengalaman, dan menjalin persahabatan baru.
Warung ini bukan hanya menyajikan makanan, tetapi juga menciptakan kenangan bagi mereka yang berkunjung.
Warung Mbok Yem menjadi simbol dari ketangguhan dan keramahan penduduk lokal di Gunung Lawu, serta menjadi bukti bahwa alam dan manusia bisa hidup berdampingan, bahkan di ketinggian ekstrem. (erfan-mg-iain/kid)