MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Ritual malam 1 Sura di Gunung Lawu masih banyak digemari oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Selain keindahan alamnya, Gunung Lawu juga dikenal memiliki kekuatan spiritual yang besar, membuatnya menjadi tujuan ritual untuk mendapatkan berkah dan kemudahan selama tahun baru Muharram.
Pada Sabtu (6/7/2024) pagi, Mbok Yem, pemilik warung legendaris di Hargo Dumilah, kembali naik ke puncak Gunung Lawu setelah turun untuk menghadiri acara khitanan cucunya.
"Kebetulan Sabtu pagi ini, Mbok Yem juga naik karena sudah sejak Senin-Jumat turun karena ada acara khitanan cucunya," ujar Kepala RPH Sarangan, Supriyanto.
Mbok Yem memilih naik kembali karena tidak ingin pendaki kecewa jika warungnya tutup saat malam 1 Sura.
"Katanya kalau warungnya tutup, ia khawatir kalau ada pendaki yang kecewa tidak bisa menikmati masakan di warungnya," jelas Supriyanto.
Seperti biasa, Mbok Yem berangkat pagi-pagi buta dengan ditandu dari Basecamp Cemorosewu hingga puncak.
Ia mengenakan baju dan jilbab merah yang menjadi ciri khasnya.
"Tadi Mbok Yem tidak banyak membawa barang bawaan, ia diantar keluarganya sampai di Basecamp Pos Pendakian Cemorosewu. Selanjutnya ditandu empat orang sampai puncak," pungkas Supriyanto.
Baca Juga: Camping dan Ritual Malam 1 Sura di Gunung Lawu, Pengunjung Meningkat Drastis
Ritual malam 1 Sura di Gunung Lawu menjadi momen penting yang tidak hanya membawa tradisi spiritual, tetapi juga kekayaan budaya yang dilestarikan oleh masyarakat. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid