Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Jadi Favorit Pendaki Tektok dan Camping, Dipastikan Aman Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Aprilita Sari • Jumat, 9 Februari 2024 | 03:40 WIB
PUAS: Para pendaki tektok Gunung Lawu mengaku tidak ada kendala, jalur pendakian diklaim aman, Kamis (8/2). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
PUAS: Para pendaki tektok Gunung Lawu mengaku tidak ada kendala, jalur pendakian diklaim aman, Kamis (8/2). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu dipastikan aman. Meskipun cuaca ekstrem, tak menyurutkan para pendaki mengurungkan niatnya.

Perlu diketahui, ada dua tipe pendakian Gunung Lawu yang familier bagi para pendaki. Yakni, pendaki tektok atau pendaki yang nge-camp dan langsung turun; serta pendaki camping atau nge-camp di puncak Gunung Lawu.

Mendasar data Perhutani setempat sebagai pengelola, prosentase kedua tipe pendaki yang selama ini melakukan pendakian di Gunung Lawu tersebut seimbang (50:50).

Radar Lawu berkesempatan berbincang dengan pendaki tektok. Teguh Waluyo, warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), salah satunya.

‘’Jalan sepanjang pendakian ekstrem karena berbatuan. Tapi bisa dikatakan tidak ada kendala. Semua lancar mulai naik sampai puncak lalu turun,’’ kata Teguh.

Pendaki tektok memang butuh stamina dan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Sebab harus menyimpan tenaga ekstra untuk perjalanan naik dan turun dalam sekali jalan.

Tidak heran, jika Teguh berangkat mendaki bersama delapan kawannya sekitar pukul 03.00 pagi. Pertimbangannya, faktor cuaca.

Mereka pendakian sekitar lima jam hingga sampai di puncak Gunung Lawu. Setelah menikmati alam dan mengabadikan momen di Gunung Lawu, Teguh dkk, mampir ke Warung Mbok Yem.

Setelah dirasa cukup memulihkan tenaga, Teguh dkk menempuh perjalanan turun sekitar pukul 11.30. Sekitar pukul 15.00, mereka sudah sampai di basecamp.

‘’Rasanya puas bisa mendaki dengan lancar. Saat ini cuacanya ekstrem, pesan saya pendaki harus semangat saat pendakian,’’ ucap remaja 17 tahun itu.

 

Pendaki tektok lainnya, Hayu Julia, 16, asal Kabupaten Klaten, Jateng, menceritakan cuaca ekstrem yang terjadi saat mendaki Gunung Lawu.

Saat memulai pendakian pukul 02.00 dini hari, cuaca terbilang cerah. Termasuk saat di perjalanan menuju puncak. Namun tiba-tiba hujan turun, tidak lama berselang hujan reda, kemudian hujan turun kembali.

Sekitar pukul 08.00, Hayu tiba di puncak Gunung Lawu. Di puncak, dipenuhi pendaki lain.

‘’Tidak ada masalah di jalur pendakian, semua aman dan lancar,’’ ujarnya. (ril/kid)

 

 

Editor : Nur Wachid
#cemoro sewu #gunung lawu #Jalur #pendaki #camping #tektok