Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Seram! Hesti Purwadinata Ketemu Jalak Lawu dan Dengar Gamelan di Pos Empat Pendakian Gunung Lawu

Loditya Fernandes • Sabtu, 20 Januari 2024 | 22:04 WIB
PERDANA: Hesti Purwadinata melakukan pendakian pertamanya ke Gunung Lawu via Candi Cetho. (Instagram: Hestipurwadinata)
PERDANA: Hesti Purwadinata melakukan pendakian pertamanya ke Gunung Lawu via Candi Cetho. (Instagram: Hestipurwadinata)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Sebagai salah satu dari seven summit di pulau Jawa, wajar jika Gunung Lawu menjadi jujugan pendaki. Tidak terkecuali Hesti Purwadinata.

Seleb yang juga kawan main Andre Taulany, Wendy Cagur, Surya Insomnia, Andika Pratama hingga Ayu Ting-ting dalam sebuah acara komedi di televisi itu sempat mendaki Gunung Lawu.

Seperti dilansir dari channel Youtube Hesti Purwadinata, pendakian ke Gunung Lawu menjadi pengalaman berkesan baginya.

Pada pendakian pertamanya bersama Edo Borne suaminya itu, Hesti selalu disambut hujan deras.

Sejak pos dua hingga empat Hesti yang memulai perjalanan dari Candi Cetho bersama sembilan orang anggota rombongan itu diterjang badai.

Badai selalu muncul saat perjalanan hendak dilanjutkan selepas istirahat di pos pendakian Gunung Lawu yang dilewati.

Hesti pun sempat bertemu dengan Jalak Lawu. Jalak itu sempat menuntun Hesti dan rombongan di percabangan jalan. ‘’Saat mau istirahat sambil minum obat juga ditunggu,’’  ungkapnya.

Badai dan kabut yang tidak kunjung berhenti membuat Hesti dan rombongan memilih menginap di dalam shelter pos empat.

Keputusan itu sempat membuat dilema.

Petugas registrasi pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho sempat menyarankan agar tidak menginap di pos empat. Apapun yang terjadi harus tetap melanjutkan perjalanan.

Sedangkan saat itu, dua anggota rombongan kesulitan untuk melanjutkan perjalanan lantaran sakit dan keram.

Herannya yang mengalami sakit dan keram justru leader rombongannya. Mereka sudah sering melakukan pendakian. Termasuk mendaki ke Gunung Lawu sebelumnya.

Leader rombongannya itu merasakan carrier bag bawaannya lebih berat hampir dua kali lipat biasanya. ‘’Padahal biasanya bawa barang bawaan yang jauh lebih berat,’’ tegasnya.

Di shelter pos empat Gunung Lawu itu, Hesti sempat mendengar bunyi gamelan. Sempat pula terdengar alunan masuk mirip dangdut. Padahal saat itu Hesti diketinggian 2.800 mdpl.

Saat tidur Hesti sempat memimpikan petugas registrasi. Dalam mimpinya, petugas itu kembali mengingatkan untuk tidak menginap di pos empat.

Hal itu tidak disampaikan ke anggota rombongannya saat itu. ‘’Saat itu dipendem aja karena mau bilang nggak berani,’’ imbuhnya.

Esok harinya, Hesti dan rombongan memutuskan untuk turun Gunung. Tidak melanjutkan ke Gunung Lawu mengingat anggota rombongannya tidak fit. Belum lagi perlu tambah hari.

Saat perjalanan turun uniknya leadernya mendadak segar bugar. Rasa sakit hingga keram tidak lagi terasa.

‘’Sesampainya villa mbak-mbak penunggu villa nangis khawatir karena Gunung Lawu terlihat tertutup awan hitam pertandai badai,’’ bebernya.

Setelahnya, Hesti dan rombongan saling cerita tentang pengalaman mendaki Gunung Lawu itu.

Ternyata bunyi gamelan juga didengar seorang teman rombongannya. Ada juga tiga orang anggota rombongan lainnya mendengar adzan saat belum waktu adzan.

Sedangkan, Edo Borne, suami dari Hesti Puwadinata justru merasakan pengalaman seram. Saat masuk sleeping bag sekembalinya dari buang air kecil, Edo melihat tiga bayangan.

Bayangan laki-laki, perempuan dan satu anak kecil yang diantara bermuka agak seram mendekatinya.

Bayangan itu hilang dengan sendirinya seiring dengan usahanya untuk menutup mata merapatkan sleeping bag yang dikenakannya.

Oleh Hesti, pengalaman mendaki Gunung Lawu pada bulan Januari 2022 itupun kerap diceritiakn di acara talkshow dan beberapa acara yang dibawakannya. (odi)

Editor : Loditya Fernandes
#gunung lawu #jalak #Hesti Purawadinata #pendakian