Beras Hitam dan Hijau Dibongkar Ilmuwan, Ada Lemak Unik yang Tak Ditemukan pada Beras Biasa

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:47 WIB
Beras hitam (PINTEREST)
Beras hitam (PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu - Selama ini, beras lebih sering dikenal sebagai sumber karbohidrat yang menjadi makanan pokok. Namun, di balik kandungan patinya, ternyata ada komponen lain yang menarik perhatian ilmuwan. Penelitian terbaru menemukan bahwa beras berwarna, khususnya beras hitam dan hijau, memiliki profil lemak yang berbeda sekaligus menunjukkan proses pencernaan pati yang lebih lambat dibandingkan beras putih biasa.

Temuan tersebut berasal dari penelitian Hokkaido University yang menganalisis 56 varietas beras japonica dari berbagai wilayah Jepang. Para peneliti menemukan ratusan jenis molekul lemak di dalam beras, termasuk beberapa senyawa yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi pada beras.

Hasil penelitian ini membuka peluang untuk memahami bahwa warna pada beras bukan sekadar persoalan tampilan. Perbedaan varietas ternyata juga berkaitan dengan komposisi nutrisi yang cukup kompleks.

Ilmuwan Temukan Ratusan Jenis Lemak dalam Beras

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Research International tersebut berfokus pada komponen yang selama ini relatif kurang mendapat perhatian, yaitu lipid atau lemak.

Padahal, meski jumlahnya hanya sekitar 2 persen dari komposisi beras, lipid tetap memiliki peran dalam nilai gizi, rasa, kualitas biji, hingga berbagai proses biologis di dalam tubuh.

Peneliti menganalisis 56 varietas beras japonica yang terdiri dari beberapa jenis, termasuk beras:

•Putih

•Cokelat

•Merah

•Hijau

•Hitam

Dengan menggunakan teknik analisis seperti kromatografi cair dan spektrometri massa, tim berhasil mengidentifikasi 196 molekul lipid yang terbagi dalam lima kelompok utama.

"Although lipids make up only a small proportion of rice, they are critical in determining its nutritional value,"

Pernyataan tersebut disampaikan Associate Professor Siddabasave Gowda, penulis utama penelitian. Menurutnya, lipid membantu menjaga struktur membran sel, menyimpan energi, serta mendukung proses sinyal penting di dalam tubuh.

Baca Juga: Selada Air Tak Cuma Jadi Lalapan, Ini Kandungan Nutrisi yang Bikin Sayuran Ini Istimewa

Beras Hitam dan Hijau Menonjol

Dari puluhan varietas yang diperiksa, beras dengan warna pigmen tertentu menunjukkan profil yang menarik.

Beras hitam dan hijau memperoleh nilai lebih tinggi dalam indeks yang digunakan peneliti untuk melihat potensi kontribusi kesehatan berdasarkan profil lipidnya. Kedua jenis tersebut mengandung beberapa lemak yang dianggap berpotensi memberikan manfaat biologis.

Dua kelompok senyawa yang menjadi perhatian adalah FAHMFAs (fatty acid esters of hydroxy medium-chain fatty acids) dan LNAPEs (N-acyl-lysophosphatidylethanolamines).

Senyawa-senyawa tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan aktivitas antiinflamasi dan kesehatan metabolik dalam sistem biologis tertentu. Namun, temuan ini belum berarti mengonsumsi beras hitam atau hijau secara otomatis akan memberikan efek kesehatan tersebut pada manusia.

Yang membuat penelitian ini semakin menarik, FAHMFAs untuk pertama kalinya berhasil ditemukan di dalam beras.

Pati Beras Hitam dan Hijau Lebih Lambat Dipecah

Peneliti kemudian melihat aspek lain dari beras, yakni bagaimana pati di dalamnya dicerna.

Mereka memasak sampel beras terlebih dahulu, kemudian menggunakan enzim pencernaan dalam kondisi laboratorium untuk melihat seberapa cepat pati terurai.

Hasilnya menunjukkan bahwa pati pada beras japonica hitam dan hijau terurai lebih lambat dibandingkan beras putih yang digunakan sebagai pembanding. Artinya, dalam model pengujian tersebut, glukosa diperkirakan dapat dilepaskan secara lebih bertahap.

Karakteristik ini menarik karena kecepatan pemecahan pati berkaitan dengan seberapa cepat kadar gula darah dapat meningkat setelah makanan dikonsumsi.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan: penelitian ini tidak menguji langsung kadar gula darah manusia setelah makan beras tersebut. Pengujiannya dilakukan dengan meniru proses pencernaan menggunakan enzim di laboratorium.

Karena itu, hasil ini belum bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa makan beras hitam atau hijau pasti menghasilkan kenaikan gula darah yang lebih rendah pada manusia.

Baca Juga: Kandungan Nutrisi Madu dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Berpotensi Dikembangkan Menjadi Pangan Fungsional

Temuan tersebut membuat beras berpigmen semakin menarik untuk dikaji sebagai bahan pangan yang memiliki karakteristik nutrisi khusus.

Jika penelitian lanjutan pada manusia memberikan hasil yang konsisten, karakteristik beras hitam dan hijau bisa menjadi dasar pengembangan makanan yang dirancang untuk membantu pengelolaan gula darah dan kesehatan metabolik.

Peneliti juga melihat kemungkinan pengembangan produk beras fungsional, yaitu makanan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi tetapi juga memiliki komponen yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan tertentu.

Gowda mengatakan penelitian ini dapat membantu masyarakat memahami perbedaan nutrisi di antara berbagai jenis beras.

"People may be interested in learning about the health benefits of different pigmented rice varieties and, based on this knowledge, choosing the type that best suits their needs,"

Ia juga berharap temuan tersebut dapat mendukung pengembangan produk beras fungsional untuk membantu mengelola diabetes dan penyakit terkait gaya hidup lainnya.

Masih Dibutuhkan Penelitian pada Manusia

Meski hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang menarik, para ilmuwan belum menyatakan bahwa beras hitam dan hijau merupakan solusi untuk mengatasi diabetes atau penyakit metabolik.

Penelitian ini terutama memberikan gambaran mengenai komposisi lipid dan karakteristik pencernaan pati dari berbagai varietas beras japonica.

Langkah berikutnya adalah mengetahui apakah perbedaan tersebut benar-benar menghasilkan dampak yang sama ketika beras dikonsumsi manusia.

Dengan kata lain, temuan ini menjadi petunjuk awal. Beras hitam dan hijau memang menunjukkan karakteristik yang berbeda dari beras putih dalam penelitian laboratorium, tetapi manfaat kesehatannya pada manusia masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa semangkuk nasi ternyata menyimpan komponen yang jauh lebih kompleks daripada sekadar karbohidrat. Dari 56 varietas yang diperiksa, ilmuwan menemukan 196 molekul lipid, termasuk senyawa yang baru pertama kali terdeteksi pada beras.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Science Daily
beras hitam beras hijau manfaat beras kesehatan nutrisi