Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan sehari-hari sering membuat banyak orang merasa aman selama masih berusia muda.
Pola makan sembarangan, jarang olahraga, hingga kurang istirahat kerap dianggap tidak berbahaya selama tubuh masih terasa kuat.
Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Penyakit serius seperti jantung dan stroke tidak lagi identik dengan usia lanjut.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasusnya justru mulai banyak ditemukan pada usia muda, bahkan di rentang usia 20-an.
Fenomena ini menjadi perhatian tenaga medis yang melihat langsung kondisi pasien di lapangan.
Salah satunya adalah dokter sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD), Gia Pratama, yang mengungkap adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait penyebab kematian utama di Indonesia.
Melalui kanal YouTube Malaka Project, Gia menjelaskan bahwa banyak orang mengira penyebab kematian terbesar berasal dari kecelakaan atau tindak kriminal. Padahal, faktanya berbeda.
“Nomor dua itu serangan jantung dan stroke,” ujarnya.
Baca Juga: Apakah Alkohol Bisa Menyebabkan Pembuluh Darah Pecah? Ini Penjelasan Medisnya
Tren Penyakit Bergeser ke Usia Muda
Menurut Gia, tren penyakit serius kini mengalami pergeseran signifikan.
Pasien dengan kondisi berat tidak lagi didominasi usia lanjut, melainkan mulai banyak ditemukan pada usia produktif.
Ia mengungkapkan bahwa kasus gagal ginjal hingga penyakit kardiovaskular kini semakin sering terjadi pada usia 30-an, bahkan mulai muncul pada usia 20-an.
“Pasien gagal ginjal makin muda, usia 30-an banyak, 20-an mulai ada,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan.
Bahkan, pasien yang selamat dari stroke berpotensi mengalami penurunan kualitas hidup akibat gangguan fungsi tubuh yang menetap.
Penyebab Utama: Gaya Hidup dan Pola Makan
Serangan jantung dan stroke pada dasarnya berkaitan erat dengan kondisi pembuluh darah.
Ketika pembuluh darah mengalami kerusakan atau penyumbatan, aliran darah terganggu dan memicu penyakit serius.
Gia menekankan ada tiga faktor risiko utama yang harus diwaspadai sejak usia muda, yaitu:
- Tekanan darah tinggi
- Gula darah tinggi
- Kebiasaan merokok
Baca Juga: Bahaya Membunyikan Leher Berulang: Bisa Picu Cedera Hingga Risiko Stroke, Ini Penjelasan Dokter
Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga menjadi ancaman tersembunyi.
Ia menjelaskan bahwa kadar gula dalam tubuh sebenarnya sangat kecil.
“Dalam satu liter darah hanya boleh ada sekitar 1 gram gula, totalnya sekitar 5 gram dalam tubuh,” ungkapnya.
Jika konsumsi gula berlebihan, tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengolahnya.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu diabetes yang berujung pada berbagai komplikasi penyakit.
Tak kalah penting, konsumsi garam berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko stroke serta penyakit jantung.
Cara Simpel Mencegah Jantung dan Stroke Sejak Muda
Untuk menekan risiko penyakit sejak dini, Gia menyarankan perubahan gaya hidup sederhana namun konsisten.
Salah satunya adalah dengan rutin melakukan aktivitas fisik.
Jalan kaki secara teratur sudah cukup efektif untuk menjaga kesehatan tubuh jika dilakukan dengan konsisten.
“Olahraga terbaik adalah yang konsisten dan progresif,” jelasnya.
Selain itu, latihan sederhana seperti plank juga dapat membantu mengaktifkan otot tubuh dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini
Di akhir penjelasannya, Gia menegaskan bahwa menjaga kesehatan sejak muda jauh lebih penting dibandingkan mengobati penyakit di kemudian hari.
Kebiasaan kecil seperti menjaga pola makan, rutin bergerak, dan menghindari rokok dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten bukan hanya membantu mencegah penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup tetap optimal hingga usia lanjut.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani