Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tanpa Disadari, Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Lonjakan Hormon Kortisol dan Membuat Stres Makin Parah

Rimba Febriani • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:19 WIB
Stres tak selalu datang dari masalah besar. Kebiasaan kecil ini bisa jadi pemicunya.
Stres tak selalu datang dari masalah besar. Kebiasaan kecil ini bisa jadi pemicunya.

Jawa Pos Radar Lawu - Merasa mudah lelah, gelisah tanpa sebab, sulit tidur, atau emosi cepat naik turun? Bisa jadi penyebabnya bukan sekadar tekanan besar, melainkan kebiasaan harian yang tampak sepele namun diam-diam memicu lonjakan hormon kortisol.

Kortisol dikenal sebagai hormon stres yang berperan penting dalam membantu tubuh merespons tekanan. Namun, jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang, dampaknya justru merugikan kesehatan fisik dan mental.

Mengutip laporan Hindustan Times, Jumat (2/1), dokter spesialis anestesi dan manajemen nyeri Dr. Kunal Sood menjelaskan bahwa banyak rutinitas sehari-hari yang tanpa disadari mengganggu keseimbangan kortisol.

“Kortisol membantu Anda mengatasi stres, tetapi kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadarnya tetap tinggi atau mengganggu ritme normalnya.

Hal ini dapat memengaruhi tidur, metabolisme, suasana hati, dan pemulihan,” ujar Dr. Sood.

Menurutnya, lonjakan kortisol jarang dipicu satu faktor besar. Justru, akumulasi stres kecil yang terjadi setiap hari menjadi penyebab utama ketidakseimbangan hormon ini.

Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Lonjakan Kortisol

1. Kurang Tidur

Tidur cukup berperan penting menurunkan kadar kortisol di malam hari. Saat waktu istirahat tidak terpenuhi, hormon stres justru meningkat, membuat tubuh sulit pulih dan keesokan harinya terasa lebih lelah serta kurang fokus.

2. Olahraga Berlebihan Tanpa Pemulihan

Olahraga memang menyehatkan, tetapi latihan yang terlalu berat tanpa jeda pemulihan dapat memicu stres fisiologis.

“Olahraga memang meningkatkan kortisol secara singkat, lalu seharusnya kembali normal. Ketika latihan melebihi pemulihan, ritme kortisol menjadi tidak normal dan mencerminkan disfungsi sumbu HPA,” jelas Dr. Sood.

3. Konsumsi Kafein Berlebihan

Kafein bersifat stimulan yang meningkatkan kewaspadaan dengan menaikkan kortisol. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama saat tubuh sedang tertekan, kafein justru membuat tubuh semakin tegang dan sulit rileks.

4. Sering Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan waktu makan, khususnya sarapan, memicu tubuh meningkatkan kortisol untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

“Kortisol meningkat untuk mempertahankan glukosa darah. Kebiasaan sering melewatkan makan dapat mengganggu ritme kortisol normal,” ujar Dr. Sood.

5. Terlalu Lama Menatap Layar

Paparan layar gawai dalam waktu lama, terutama di malam hari, mengganggu ritme sirkadian tubuh.

“Cahaya biru mengganggu ritme sirkadian, menekan melatonin, memperburuk kualitas tidur, dan meningkatkan kortisol pada malam hari,” jelasnya.

Menjaga Keseimbangan Kortisol Itu Penting

Mengurangi kebiasaan-kebiasaan di atas dapat membantu menormalkan hormon stres secara alami. Dampaknya bukan hanya menurunkan rasa cemas, tetapi juga memperbaiki kualitas tidur, suasana hati, metabolisme, serta ketahanan mental dalam jangka panjang.

Stres memang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi cara tubuh merespons stres bisa dikendalikan melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih seimbang. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tips kesehatan #stres #Cegah Stres #hormon kortisol