Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jangan Dianggap Sepele! Sakit Kepala Tertentu Bisa Jadi Tanda Awal Kejang, Ini Penjelasan Dokter Saraf

Rimba Febriani • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:55 WIB
Tak semua sakit kepala soal stres. Pola tertentu bisa berkaitan dengan aktivitas kejang.
Tak semua sakit kepala soal stres. Pola tertentu bisa berkaitan dengan aktivitas kejang.

Jawa Pos Radar Lawu - Sakit kepala sering dianggap keluhan ringan akibat stres, kurang tidur, atau terlalu lama menatap layar gawai.

Biasanya cukup minum obat atau istirahat, keluhan pun mereda. Namun, dalam kondisi tertentu, sakit kepala bisa menjadi tanda peringatan serius yang berkaitan dengan kejang atau epilepsi.

Dokter spesialis neurologi BLK Max Hospital, Dr. Atul Prasad, menjelaskan bahwa meski mayoritas sakit kepala bersifat jinak, ada pola-pola tertentu yang tidak boleh diabaikan.

“Sebagian besar sakit kepala memang terkait stres, migrain, atau faktor gaya hidup, tetapi beberapa pola dapat tumpang tindih atau bahkan mendahului aktivitas kejang,” ujar Dr. Prasad, dikutip dari Hindustan Times, Minggu (30/11).

Karena itu, penting mengenali tanda-tanda sakit kepala yang perlu diwaspadai sejak dini.

Gejala Sakit Kepala yang Perlu Diwaspadai

Sakit kepala patut dicurigai bila disertai gejala berikut:

Gejala-gejala ini bisa menjadi petunjuk adanya aktivitas listrik abnormal di otak.

Jenis Sakit Kepala yang Berkaitan dengan Kejang

1. Sakit Kepala Pre-iktal

Jenis ini muncul beberapa detik hingga menit sebelum kejang terjadi. Rasa nyerinya bisa tajam atau terasa seperti tekanan mendadak.

“Sering disertai mual, sensasi déjà vu, rasa takut tiba-tiba, berkeringat, atau jantung berdebar,” jelas Dr. Prasad.

Baca Juga: Psikiater Ingatkan Gen Z dan Alpha Rentan Self-Diagnosis Kesehatan Mental Lewat AI, Ini Bahaya yang Mengintai

2. Sakit Kepala Pagi Hari Disertai Muntah

Sakit kepala yang muncul saat bangun tidur dan disertai muntah perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan peningkatan tekanan di dalam otak atau kelainan struktural yang memicu kejang.

3. Migralepsi

Pada migralepsi, pasien mengalami aura migrain, seperti kilatan cahaya atau gangguan penglihatan, yang kemudian diikuti hilangnya kesadaran atau kejang.

“Jika aura migrain berlangsung tidak biasa lama atau berakhir dengan kebingungan atau gerakan tersentak, evaluasi epilepsi menjadi penting,” kata Dr. Prasad.

4. Sakit Kepala Post-iktal

Jenis ini muncul setelah kejang terjadi. Rasa nyeri biasanya berdenyut dan mirip migrain.

“Sakit kepala post-iktal dapat berlangsung dari beberapa jam sampai dua hari,” tambahnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis jika sakit kepala:

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi yang lebih serius dan memastikan penanganan yang tepat. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#sakit kepala #kejang #epilepsi #dokter saraf #migrain