Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Masih Sering Tunda Ganti Pembalut? Jangan Anggap Sepele, Ini Dampak Seriusnya bagi Kesehatan Area Intim Wanita!

Rimba Febriani • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:33 WIB
Jangan Tunda Ganti Pembalut!
Jangan Tunda Ganti Pembalut!

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah menunda ganti pembalut karena lagi sibuk, malas ke toilet, atau merasa darah haid masih sedikit?

Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan ini diam-diam bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan area intim perempuan.

Masih banyak yang mengira pembalut aman dipakai seharian selama belum bocor.

Faktanya, pembalut yang terlalu lama digunakan, meski darah haid sedikit, tetap berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius.

Supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari, berikut enam dampak buruk yang bisa terjadi jika sering menunda mengganti pembalut saat menstruasi.

1. Iritasi dan Ruam Kulit

Kulit area kewanitaan sangat sensitif. Campuran darah haid, keringat, bahan kimia pembalut, serta gesekan terus-menerus bisa memicu iritasi. Gejalanya mulai dari gatal, perih, ruam kemerahan, hingga lecet yang bikin aktivitas terasa menyiksa.

2. Infeksi Jamur dan Bakteri

Pembalut yang lembap dan kotor adalah “surga” bagi jamur dan bakteri. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu infeksi jamur atau vaginosis bakteri dengan tanda seperti keputihan berbau, rasa gatal hebat, nyeri, dan peradangan.

3. Bau Tak Sedap dan Turunnya Percaya Diri

Darah haid yang terlalu lama menempel akan terurai oleh bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap. Dampaknya bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa menurunkan rasa percaya diri saat beraktivitas atau berada di ruang publik.

4. Area Intim Menggelap

Kelembapan berlebih dan gesekan yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan iritasi kronis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu hiperpigmentasi sehingga area selangkangan tampak lebih gelap.

5. Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) Meningkat

Bakteri dari pembalut yang kotor dapat berpindah ke saluran kemih. Akibatnya, risiko ISK meningkat dengan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, sering ingin pipis, serta urine keruh atau berbau.

6. Risiko Toxic Shock Syndrome (TSS)

Meski jarang terjadi, penggunaan pembalut, terutama tampon, terlalu lama dapat meningkatkan risiko toxic shock syndrome (TSS). Ini merupakan kondisi serius dengan gejala demam tinggi, mual, muntah, diare, pusing, hingga ruam pada kulit.

Cara Aman Menjaga Kesehatan Area Intim Saat Menstruasi

Agar terhindar dari berbagai risiko di atas, lakukan kebiasaan sederhana berikut selama haid:

Menjaga kebersihan saat menstruasi bukan soal ribet, tapi soal melindungi kesehatan diri sendiri. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#pembalut #kesehatan reproduksi #pembalut wanita #menstruasi #kesehatan wanita