Jawa Pos Radar Lawu - Kadar asam urat yang tinggi dapat memicu penumpukan kristal pada sendi, menimbulkan nyeri hebat yang sering muncul tiba-tiba.
Bila tidak dikendalikan, kondisi ini juga berisiko memicu batu ginjal. Selain obat dari dokter, mengatur pola makan adalah kunci penting untuk mencegah serangan asam urat kambuh berulang.
Salah satunya dengan memilih sayuran yang aman dikonsumsi.
Sayuran Aman untuk Penderita Asam Urat
1. Ubi Jalar
Ubi jalar memiliki kandungan purin sangat rendah. Karena purin adalah zat yang diubah menjadi asam urat oleh tubuh, sayuran ini tergolong aman dan bisa menjadi sumber karbohidrat yang baik.
2. Terung dan Tomat
Kedua sayuran ini rendah purin, kaya vitamin, serta mudah diolah untuk menu harian. Terung dan tomat dapat membantu menjaga asupan nutrisi tanpa meningkatkan risiko kadar asam urat melonjak.
3. Brokoli
Brokoli dikenal sebagai sumber vitamin C tinggi yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Mengonsumsinya secara rutin sangat dianjurkan bagi penderita asam urat.
4. Kentang
Sebagai karbohidrat rendah purin dan mengandung vitamin C, kentang menjadi pilihan aman dan kenyang tanpa memicu gejala.
5. Kacang-Kacangan (Plant-Based Protein)
Meski protein hewani sebaiknya dibatasi, kacang-kacangan bisa menjadi alternatif protein nabati yang lebih aman dan tidak meningkatkan risiko asam urat.
6. Bayam
Bayam memang mengandung purin, namun purin dari sayuran tidak seberat purin dari daging. Jika dikonsumsi dalam porsi wajar, bayam tetap aman.
7. Jamur
Jamur kaya serat dan rendah kalori, menjadikannya pilihan sayuran sehat untuk penderita asam urat.
Makanan dan Minuman yang Harus Dibatasi
Agar gejala tidak kambuh, beberapa makanan tinggi purin dan gula sebaiknya dihindari:
-
Alkohol
-
Daging merah
-
Jeroan
-
Seafood
-
Minuman tinggi fruktosa (soda, jus kemasan, dessert manis)
-
Beberapa jenis roti
-
Oatmeal tinggi purin
Konsumsi berlebih dari makanan tersebut berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam waktu cepat.
Tips Mencegah Serangan Asam Urat
Untuk menurunkan risiko kekambuhan, terapkan kebiasaan berikut:
-
Minum cukup air putih
-
Berolahraga rutin
-
Menghindari minuman manis dan alkohol
-
Membatasi konsumsi daging & seafood
-
Memilih protein dari susu rendah lemak atau yoghurt
-
Menjaga berat badan ideal
Jika gejala sering muncul, konsultasikan kondisi Anda ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran pola makan yang paling sesuai. (fin)
Editor : AA Arsyadani