Jawa Pos Radar Lawu – Kalau kamu masih suka suka scroll media sosial, nonton drama, atau chat sampai larut malam sebelum tidur, hati-hati karena kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk pada kualitas tidur dan kesehatan tubuh.
Bermain handphone sebelum tidur ternyata bisa meningkatkan risiko insomnia hingga 59 persen dan mengurangi durasi tidur sekitar 24 menit setiap malam.
Salah satu penyebab utamanya adalah paparan blue light atau cahaya biru dari layar ponsel yang tanpa disadari mengganggu sistem alami tubuh dalam mengatur waktu istirahat.
Cahaya biru yang dipancarkan dari gadget seperti handphone, laptop, atau televisi LED dapat menekan produksi hormon melatonin hingga 50 persen.
Padahal, melatonin adalah hormon yang sangat penting dalam mengatur siklus tidur dan rasa kantuk. Akibatnya, meski tubuh lelah, otak justru tetap aktif dan sulit untuk tenang.
Inilah yang membuat banyak orang akhirnya sulit tidur meski mata sudah merem, atau bahkan terbangun di malam hari karena notifikasi dan rasa penasaran terhadap isi ponsel.
Selain itu, ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis alami manusia, juga ikut terganggu.
Efeknya bukan hanya mengganggu tidur. Paparan blue light dalam jangka panjang juga bisa memicu kerusakan retina, mata kering, kelelahan mata, dan meningkatkan risiko degenerasi macula atau penyakit mata yang berpotensi menyebabkan kebutaan pada lansia.
Meski di siang hari blue light justru dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan suasana hati, namun paparan yang berlebihan terutama di malam hari justru memberikan lebih banyak mudarat ketimbang manfaat.
Apa Itu Blue Light dan Kenapa Berbahaya?
Blue light atau sinar biru adalah jenis cahaya tampak dengan panjang gelombang antara 415 hingga 455 nanometer.
Sumber alami terbesarnya adalah sinar matahari, tapi saat ini paparan terbesar datang dari layar digital seperti smartphone, komputer, tablet, hingga lampu LED.
Sifat blue light yang memiliki energi tinggi membuatnya masuk dalam kategori HEV (High-Energy Visible) Light, yang dikenal dapat merusak jaringan biologis jika terpapar secara intens.
Efek paling umum dari paparan sinar biru adalah gangguan penglihatan.
Banyak orang yang mengalami mata perih, kabur, hingga sakit kepala setelah menatap layar terlalu lama, kondisi ini disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS).
Tidak hanya itu, jika kamu sering main HP di tempat gelap sebelum tidur, risiko iritasi dan kelelahan mata semakin tinggi. Belum lagi efek jangka panjangnya yang bisa menurunkan kemampuan mata dalam menyaring cahaya dan menyebabkan kerusakan retina secara perlahan.
Cara Mengurangi Dampak Buruk Blue Light Sebelum Tidur
Untuk menjaga kesehatan dan kualitas tidur, penting untuk mulai mengatur waktu penggunaan gadget terutama menjelang tidur.
Para ahli merekomendasikan untuk menghindari layar setidaknya 1–2 jam sebelum tidur, serta mematikan notifikasi agar tidak terganggu di malam hari.
Gunakan mode malam atau night shift pada perangkat untuk mengurangi intensitas cahaya biru, dan jika perlu, gunakan kacamata anti blue light.
Sebagai gantinya, kamu bisa memilih aktivitas lain yang lebih menenangkan seperti membaca buku fisik, meditasi ringan, atau mandi air hangat untuk membantu tubuh bersiap tidur.
Ingat, tidur yang berkualitas bukan hanya tentang durasi, tapi juga kondisi tubuh dan pikiran yang rileks saat memasuki waktu istirahat. (*)
Editor : Riana M.