Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pesulap Pak Tarno Terkena Serangan Stroke Keempat Kalinya, Begini Mitos dan Fakta Penyakit Stroke

Winarsih • Kamis, 3 Oktober 2024 | 01:11 WIB
sutarno alias pak tarno pesulap kawakan  yang saat ini terkena serangan stroke (instagram/@paktarnomanagemenofficial)
sutarno alias pak tarno pesulap kawakan yang saat ini terkena serangan stroke (instagram/@paktarnomanagemenofficial)

Jawa Pos Radar Lawu – Sutarno alias Pak Tarno pesulap kawakan ini diketahui baru-baru ini tampil memainkan sulap menggunakan kursi roda.

Hal ini diakui sang istri, Dewi, karena Pak Tarno ini pribadi yang penuh semangat meski sudah 4 kali terserang stroke. 

“Semacam stroke ringan gitu. Sebelah kiri tubuhnya. Iya, tidak bisa menekan ketika jalan," kata Dewi saat dihubungi, Selasa (1/10/2024).

Penyakit stroke adalah kondisi yang terjadi Ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (Stroke Iskemik) atau stroke akibat pecahnya pembuluh darah (Stroke Hemoragik).

Tanpa pasokan darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada Sebagian otak akan mati.

Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. 

Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.

Berikut adalah beberapa mitos yang perlu diluruskan serta fakta peting terkait stroke, dikutip dari situs resmi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). 

1. Mitos: Stroke Hanya Menyerang Orang Tua

Fakta: Stroke dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia. Walaupun risikonya meningkat pada usia di atas 55 tahun, kasus stroke pada usia produktif (25-45 tahun) kini semakin sering ditemui di Indonesia. Faktor risiko stroke pada usia muda antara lain kelainan pembuluh darah, penyakit darah, serta gaya hidup yang tidak sehat.

2. Mitos: Stroke Hanya Terjadi pada Penderita Penyakit Jantung 

Fakta: Meskipun penderita penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi, stroke bisa terjadi pada siapa saja, bahkan tanpa adanya penyakit jantung. Faktor risiko lainnya termasuk diabetes, hipertensi, dan kebiasan merokok. 

3. Mitos: Stroke Tidak Bisa Dicegah

Fakta : Faktanya, Stroke bisa dicegah. Menurut pakar Kesehatan, penyakit stroke 80% dapat dicegah melalaui penerapan gaya hidup sehat. Langkah pencegahan bisa di ringkas akronim “CERDIK” :

C: Cek kesehatan secara berkala

E: Enyahkan asap rokok

R: Rajin aktivitas fisik

D: Diet sehat dengan gizi seimbang

I: Istirahat yang cukup

K: Kelola stres dengan baik

4. Mitos: Menusuk Jarum ke Telinga, Jari Tangan, atau Kaki Dapat Mengatasi Stroke 

Faktanya: Stroke disebabkan oleh masalah pada pembuluh darah otak, bukan pembuluh darah perifer. Menusuk jarum ke bagian tubuh lain seperti telinga atau jari tidak hanya membantu, tetapi juga berpontensi menyebabkan infeksi jika jarum yag digunakan tiak steril. 

5. Mitos: Jika gejala stroke hilang, tidak perlu periksa ke dokter 

Faktanya: gejala stroke sementara atau dikenal sebagai Transient Ischemic Attack (TIA) tetap memerlukan penanganan medis. TIA merupakan tanda awal stroke, di mana setengah dari kasus stroke terjadi setelah serangan TIA dalam waktu 24 jam.

Penanganan cepat dan tepat pada TIA dapat mengurangi risiko stroke yang lebih serius. (*)

Editor : Riana M.
#mitos #pesulap #penyakit #pelawak #stroke #pak tarno #Rumah Sakit Universitas Indonesia