CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Kecelakaan kereta masih kerap terjadi. Alasannya beragam, mulai dari kelalaian manusia, sampai karena sang korban ingin mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke kereta api.
Cerita misteri pun beredar. Banyak orang melihat penampakan korban kecelakaan kereta api. Tak sedikit juga yang mendengar rintihan minta tolong malam hari.
Mbah Dikan (55) seorang penggembala kambing yang desanya dilewati jalur kereta api membagikan kisah horor yang pernah dialaminya.
Ia berjalan menyisir rel kereta api menuju rumah. Namun di tengah jalan, ia melihat seorang perempuan yang terlihat aneh.
Perempuan itu mengenakan baju putih, rambutnya panjang. Berjalan persis di tengah rel kereta api sambil menggendong bayi.
Mbah Dikan berpikir, jangan-jangan perempuan itu ingin bunuh diri.
Ia segera berlari mengejarnya sambil meneriaki minggir. Tapi perempuan di depannya seolah tak peduli.
Sampai, jarak Mbah Dikan hanya tinggal satu langkah. Sosok perempuan yang ia temukan menoleh.
“Mukanya hancur, Mas. Bener-bener hancur remuk. Penuh darah. Pas udah deket baunya busuk kayak bangkai. Saking kagetnya, pas dia noleh saya sampai nggak bisa gerak. Lutut saya gemeteran.”
Saat Mbah Dikan tak bisa bergerak terdengar tawa perempuan, dan tangisan seorang bayi.
Sosok perempuan yang ingin ia tolong ternyata setan gentayangan.
Konon, dulu di desanya pernah terjadi kecelakaan. Seorang ibu hamil yang ditinggal suaminya bekerja melintasi rel kereta.
Malam hari diguyur hujan gerimis yang mengurangi jarak pandang. Korban tak melihat ada kereta datang dari arah timur.
Tubuhnya tewas mengenaskan di lokasi kejadian, bersama jabang bayinya.
“Pokoknya yang saya pikirin cuma gimana saya bisa sadar, Mas. Posisinya saya berdiri di tengah rel. Kalau ada kereta melintas saya yang jadi korban. Entah gimana ceritanya saya tiba-tiba bisa kedip. Trus akhirnya saya sadar. Saya langsung lari ke jalan besar nggak berani lewat jalan dekat rel kereta lagi.” (*)
Editor : Nur Wachid