CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Warga sebuah desa di Kabupaten Magetan pada awal tahun 2000-an pernah mendapatkan teror seekor kucing hitam bermata merah.
Kucing sendiri adalah hewan yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Di balik kesan imut dan menggemaskannya, kucing mempunyai sisi menyeramkan.
Kucing punya indra ke-6. Ia bisa melihat makhluk tak kasat mata. Tapi kucing yang meneror warga di Magetan, adalah kucing setan. Siti (42) saksi hidup kisah teror di desanya.
“Saya masih umur 20-an. Masih muda banget. Pernah karena saya rewang nikahan di tetangga, saya kan pulang malem. Zaman itu masih jalan kaki, Mas. Belum banyak yang punya motor.”
Di tengah jalan, Siti melewati sebuah kebun luas. Rumah pemilik kebun ada di ujung.
“Namanya Pak Burhan (50). Rumahnya kecil, orangnya sederhana. Sering jadi imam masjid juga. Malam-malam pas lewat saya melihat ada yang menyala di atas genteng rumah bentuk mata. Pas saya amati bener-bener ternyata kucing ireng (hitam).”
Karena banyak kucing liar di sekitar rumahnya, Siti tidak menaruh curiga. Hanya saja firasatnya mendadak tidak enak.
“Subuh-subuh saya bangun masjid bunyi. Tapi sebelum azan, muazinnya ngumumin. Pak Burhan meninggal dunia. Loh, saya kaget. Apa jangan-jangan gara-gara kucing semalam?”
Cerita berlanjut, hari belum malam. Siti pulang mengajar taman pendidikan al-quran (TPA). Jalan berdua bersama Wati, temannya mengajar.
“Wati yang liat pertama. Ada kucing di depan rumah haji Umar. Pas saya lihat. Ternyata kucing yang sama seperti yang saya lihat di atas rumah Almarhum Pak Burhan. Saya tarik Wati. Kita lari. Saya bilang ke Wati apa yang terjadi. Wati awalnya nggak percaya, Mas. Sampai...”
Tiga hari kemudian terdengar kabar Haji Umar meninggal dunia di rumah sakit. Sakit jantung yang dideritanya tak bisa disembuhkan lagi.
Baca Juga: Kurban Idul Adha 2025, Kenali Perbedaan Kurban Sapi, Kambing, dan Domba: Mana yang Cocok Buatmu?
“Baru Wati percaya apa yang saya bilang. Kucing hitam matanya merah yang kami lihat itu pembawa sial. Kucing hitam itu teror, Mas.”
Namun, Siti dibuat terpaku di sebuah pagi. Saat membuka pintu, Siti melihat kucing hitam bermata merah duduk di depan rumahnya. (*)
Editor : Nur Wachid