CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Badut jalan digentayangi pocong di perjalanan pulang setelah mangkal.
Penghasilan yang tak seberapa memaksanya tinggal di petak kos kecil yang terletak di sebelah kuburan.
Kebetulan, sehari sebelum malam itu ada warga sekitar yang meninggal dikuburkan di kuburan dekat kosnya.
Gito (43) sebatang kara warga asli Magetan. Dipecat di umurnya yang sudah tua, Gito terpaksa jadi badut jalan di perempatan untuk menyambung hidup.
Banyak warga sekitar percaya, pemakaman umum yang ada di sebelah Gito adalah makam angker.
“Mau gimana lagi, Mas. Saya nggak punya pilihan lain. Yang penting saya punya tempat tidur nggak kepanasan, nggak kehujanan. Mau banyak setannya urusan belakangan.”
Gito mengaku tidak pernah ada gangguan selama ia tinggal di kos miliknya. Sampai malam itu, ia justru melihat penampakan saat pulang mangkal.
“Malam jum’at kliwon ternyata, Mas. Sehari sebelumnya ada warga meninggal dikubur di situ. Saya pulang mangkal jam 12 lebih. Jalan udah sepi. Jalan kaki masuk gang lebih sepi lagi. Pas sampai di kuburan, saya noleh...”
Di sebelah Gito berdiri sosok pocong.
“Lha kok sama ada orang pake kostum. Bedanya, saya kostum badut. Dia kostum kain kafan. Baunya amis, anyir sama gosong jadi satu. Wajahnya nggak karu-karuan, item. Kain kafannya kayak masih baru.”
Melihat sosok pocong di depan kuburan, Gito lari tunggang langgang. Sampai di kos ia mengunci rapat pintu.
“Hawanya kebawa nggak enak sampai kos, Mas. Kayaknya itu pocong orang yang baru meninggal kemarin karena kafannya masih bersih.”
Gito mengaku trauma setelah penampakan itu. Ia selalu was-was tiap lewat kuburan.
Meski begitu, ia mengungkapkan belum ada rencana pindah kos.
“Kos yang murah cuma di situ, Mas. Mau ada setan urusan belakangan pokoknya.” (*)
Editor : Nur Wachid