CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu - Proyek pembangunan Jalan Tembus Cemoro Sewu, Gunung Lawu yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah awal tahun 2000-an menelan korban.
Penggusuran makam tua yang dilewati jalan tembus berbuah petaka. Beberapa pekerja kesurupan siang dan malam. Yang parah ada yang sampai dipulangkan.
Tidak berhenti di situ, warga sekitar juga digentayangi penampakan.
Zaki (29) salah seorang pekerja yang berasal dari Madiun Jawa timur ikut tergabung dalam proyek strategis pembukaan jalan yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Petaka dimulai saat mereka terpaksa melaksanakan mandat atasan menggusur makam adat, makam tua, yang berada di jalan yang akan mereka bangun.
Padahal tetua warga sekitar sudah mengingatkan, jangan macam-macam dengan makam tua yang ada di desa mereka.
Kalau mereka lancang, semua orang akan menanggung akibatnya.
“Bener aja, baru mulai memindahkan beberapa makam temen kami ada yang kesurupan. Dia teriak-teriak melarang kami membongkar makam. Satu disembuhkan, setannya merembet ke orang lain. Gantian terus-terusan,” ucap Zaki.
Kesurupan tidak hanya terjadi malam tapi siang juga.
Apa yang tetua bilang ternyata benar. Bukan cuma kesurupan, warga sekitar mengaku melihat banyak penampakan.
“Yang paling banyak pocong. Kalau menurut cerita udah ada 4 orang yang lihat. Kadang di pohon, ada juga yang lihat di bego, ada yang bilang juga di atas bekas makam,” jelas Pardi (30) salah seorang warga sekitar.
Nasi sudah terlanjur jadi bubur. Proyek strategis tak mungkin diundur.
Para pekerja dan warga sepakat menggelar doa bersama selama 7 hari 7 malam guna mendoakan semua penghuni makam tua dan demi keselamatan mereka.
Pekerja yang kesurupan beberapa dipulangkan dan dinetralisir.
“Syukurlah sejak itu gangguannya mulai berkurang, Mas. Kita jadi bisa kerja lagi,” tutup Zaki. (*)
Editor : Nur Wachid