CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu - Malam jumat seorang pedagang sate di Tawangmangu didatangi kuntilanak. Ia baru sadar saat seorang perempuan cantik berambut panjang memesan sate tidak dibakar.
Malam itu terasa aneh tidak terasa seperti malam-malam biasanya.
Jalan tembus yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sepi. Jalan sepi otomatis warung juga sepi.
Karno (42) seorang penjual sate yang lapaknya berada di jalan Tawangmangu dekat pos pendakian Cemoro Sewu.
Tidak seperti biasa, dari pagi warungnya sepi. Sampai tengah malam sekitar jam setengah satu kabut turun.
Jalan di depan warungnya semakin sepi tak ada pengguna jalan yang melintas.
Seorang perempuan muncul, mengenakan baju terusan putih, tatapan matanya kosong.
Menurut warga, kalau jalan yang biasanya ramai mendadak sepi atau kabut pekat tiba-tiba turun artinya ada sosok tak kasat mata lewat menampakkan diri.
“Awalnya saya nggak curiga, Mas. Ada yang datang ya saya layani. Saya baru kerasa aneh pas dia pesen sate 20 tusuk. Nggak dibakar, katanya.” Karno menuturkan kronologinya.
Karena tidak dibakar, tidak butuh waktu lama bagi Karno. Dua puluh tusuk sate tidak dibakar ia letakkan di atas meja.
Karno masih melihat betapa rakusnya perempuan itu makan.
Baca Juga: Deretan Parfum Refill Cewek yang Bikin Cowok Gamon, Ini Rekomendasinya
“Langsung 4 tusuk di makan bersamaan, Mas. Bener-bener kayak orang yang puluhan tahun nggak makan. Rakus banget.” Karno menambahkan.
“Saya mengintip dari lapak tempat saya jualan. Trus tiba-tiba istri saya muncul. Pundak saya ditepuk. Saya melonjat kaget. Pas saya liat lagi, perempuan tadi udah nggak ada.”
Mau tidak percaya tapi sisa piring kosong dan tusuk satenya masih ada di atas meja.
Gara-gara kejadian itu, Karno dan istrinya segera menutup warung mereka. Karno takut pamali.
“Saya tutup saja daripada terjadi yang engga-engga sama pembeli lainnya,” tutup Karno. (*)
Editor : Nur Wachid