CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu - Seorang pemuda iseng hampir jadi bulan-bulanan warga dan pengunjung gara-gara jadi pocong jadi-jadian di Telaga Sarangan.
Warga dan pengunjung yang awalnya melihat sosok itu di antara pohon pinus menaruh curiga lantaran semua orang bisa melihat keberadaannya.
Di sisi lain, kain kafan yang ia kenakan bukan kain kafan sebenarnya. Kain putih yang ia gunakan ternyata hanya selembar selimut.
Ferdi (17) remaja iseng asal Kota Magetan hampir jadi sasaran bulan-bulanan warga lantaran keisengannya.
Ia ingin menakut-nakuti teman-temannya yang memancing malam hari dengan berpura-pura jadi pocong.
Belum sempat menakuti-nakuti malah warga dan pengunjung Telaga Sarangan duluan yang melihat dirinya bersembunyi di antara pohon pinus.
Sontak warga dan pengunjung yang geram beramai-ramai mendatanginya dengan membawa berbagai macam senjata.
Pihak keamanan Telaga Sarangan menghimbau semua pengunjung atau warga sekitar untuk tidak meniru tingkah Ferdi.
“Niatnya cuma mau lucu-lucuan saja kok,” kata Ferdi yang sudah diamankan petugas. “Saya nggak niat menakut-nakuti pengunjung lain, Pak. Sumpah.”
Setelah diamankan petugas, pocong jadi-jadian tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Beberapa jam kemudian orang tua Ferdi datang menejmput.
Di depan awak media dan perwakilan warga, mereka meminta maaf atas tingkah iseng yang dilakukan putranya.
“Kami minta maaf karena kelakuan anak kami yang menggegerkan dan membuat resah para pengunjung Telaga Sarangan. Kami mengaku lalai dalam mendidik Ferdi. Sekali lagi kami minta maaf yang sebesar-besarnya.”
Usia remaja memang usia yang penuh ide dan warna. Anak-anak seusia Ferdi sudah selayaknya dapat pengawasan lebih agar tidak merugikan orang lain.
Beruntung warga dan pengunjung tidak jadi main hakim sendiri. (*)
Editor : Nur Wachid