Jawa Pos Radar Lawu — Seorang laki-laki paruh baya mendapatkan pengalaman cerita misteri tak terlupakan kala mendaki Gunung Lawu.
Ia bertemu pocong di gubuk kosong bekas pos pendakian Gunung Lawu.
Tak ada angin tak ada hujan, tak ada firasat buruk datang, tiba-tiba muncul pocong saat melintasi gubuk tua bekas pos pendakian.
Jito (39) tahun berniat menyalurkan hobi mendaki gunung yang sudah lama tak ia salurkan pada senin 27 April kemarin.
Ia sengaja tidak mengajak siapa-siapa karena kalau menunggu teman, biasanya rencananya akan berakhir gagal.
Jito berangkat dari pos pemberangkatan senin siang. Saat malam, setibanya di pos 4 ia menemukan sesuatu yang menarik. Ada gubuk tua di tengah hutan.
Menurut penduduk sekitar, sebelum jalur pendakian Gunung Lawu yang sekarang, ada beberapa jalur lama dan beberapa pos yang dibangun. Termasuk yang Jito temukan.
“Saya nggak berharap apa-apa sih, Mas. Cuma kepo sama penasaran aja. Saya jalan mendekat ke gubug tua yang keliatan dari jauh itu. Pas udah deket, pas saya menoleh ke dalam, saya lihat bentuknya,” kata Jito.
Sosok berbungkus kain kafan menggantung di dalam gubuk. Mukanya hitam, matanya kosong hanya putih, tercium bau sangit bercampur anyir yang sontak membuat perut mual.
“Saya spontan teriak. Wis nggak pakai mikir saya lari secepet mungkin kabur. Saya nggak mau lihat gubuk itu lagi.”
Hingga kini memang masih ada beberapa bangunan bekas jalur lama berdiri.
Tidak dihancurkan karena beberapa diperutukkan bagi para pendaki yang ingin beristirahat. Tidak ada yang mengira akan berakhir jadi rumah pocong. (*)
Editor : Nur Wachid