Jawa Pos Radar Lawu - Liburan seorang mahasiswinaik ke Gunung Lawu berlangsung menyeramkan, lantaran ia melihat penampakan kuntilanak merah di tengah ladang rumput savana.
Ia mengaku sebenarnya sudah merasa diikuti sejak dari pos 3. Tapi karena rombongannya tidak ada yang merasakan, jadi ia tetap berjalan.
Tak lain tak bukan, kemunculan kuntilanak merah karena mecium bau darah. Pendaki perempuan ini datang bulan di tempat yang tidak diinginkan.
Laras (19) sebenarnya sudah ingin bilang ke teman-temannya yang lain kalau datang bulan. Tapi selain malu, ia tidak mau disuruh pulang sama yang lain.
Menurut kepercayaan warga setempat, naik Gunung Lawu harus dalam kondisi suci.
Badan maupun pikiran.
Karena kalau tidak, pasti ada setan yang mengikuti ke mana pun kita pergi.
“Dari pos 3 itu aku udah merasa diikuti. Kayak bayangan sekelebat terus ilang. Sekelebat, ilang lagi. Sempet denger suara cewe ketawa juga. Tapi pas aku tanya sama temen-temen nggak ada yang denger,” ujar Laras.
Sampai di padang rumput puncaknya. Sarah awalnya tak menyadari kehadiran sosok kuntilanak merah.
Dari balik pohon dia berjalan melayang. Suara cekikikan seram yang terdengar mengagetkan Sarah. Tiba-tiba ia sudah menampakkan diri di depan Sarah.
“Iya katanya darah datang bulan mengundang ya. Saya juga kaget. Pas lihat Sarah, dia udah jongkok sambil nutupin wajah pakai telapak tangan trus teriak-teriak histeris. Kataku kenapa ni anak?” imbuh Intan (20) salah satu rombingan Sarah.
Baca Juga: 7 Kemampuan Sanji yang Tak Dapat Dilakukan Zoro di Cerita One Piece, Nomor 6 Mustahil untuk Ditiru
Setelah kejadian Sarah meminta istirahat. Sambil mengitari api unggun tubuh menggigil ketakutan Sarah terus dipeluk Intan.
Di gunung apapun bisa terjadi. Jadi pastikan punya rekan perjuangan yang peka serta baik.
Sarah beruntung karena timnya masih mau menemani sampai akhirnya mereka pulang dengan selamat. Selamat sampai tujuan akhir, juga selamat dari kuntilanak merah. (*)
Editor : Nur Wachid