Jawa Pos Radar Lawu - Gara-gara nyolong di jalur pendakian Gunung Lawu, seorang pendaki dikejar-kejar sundel bolong. Ia lari tunggang langgang sampai ketemu pendaki lain.
Bagaimana rasanya saat tiba-tiba malam hari di jalur pendakian sendirian malam-malam kamu dicegat sosok sundel bolong?
Wujudnya seorang perempuan berambut panjang mengenakan pakaian putih panjang, beridiri membelakangi memamerkan punggungnya yang bolong.
Cerita misteri ini dialami Gito (35) saat iseng mendaki Gunung lawu sendirian akhir tahun 2024 silam.
Kejadian menyeramkan bermula saat Gito kehabisan bekal di tengah perjalanan turun dari puncak Gunung Lawu.
Di puncak, perbekalannya habis hanya menyisakan air satu botol. Iseng sekaligus lapar, Gito nakal mendekati rombongan pendaki lain.
Ia berhasil nilap, nyolong, sebungkus mi yang digeletakkan mereka dikat perapian.
Warga sekitar percaya siapa pun yang melakukan kejahatan pasti langsung mendapatkan karmanya di Gunung Lawu.
“Saya kelaparan waktu itu, Mas. Bekal saya habis dari sore. Ya salah saya juga sih. Harusnya saya ngomong baik-baik ke mereka. Saya cuma merasa sungkan. Masa’ saya minta bekal ke orang yang nggak saya kenal,” tutur Gito.
Saat mi instan sudah berpindah tangan, Gito pun turun. Suasana mendadak aneh dan tiba-tiba bulu kuduknya merinding.
Di balik kabut pekat Gito melihat bayangan sesosok perempuan berdiri. Dengan pinggang yang bolong.
“Wah pas lihat itu saya langsung lari balik ke atas. Saya dikejar. Sampai akhirnya saya bertemu rombongan yang mi nya saya colong, Mas. Sambil malu-malu saya minta maaf sama ngaku kalau saya nyolong mi mereka.”
Gara-gara mie hasil nyolong dan dikejar sundel bolong akhirnya Gito punya teman baru.
Rombongan tak dikenal itu memaafkan Gito.
“Wah mereka baik banget ternyata, Mas. Saya dikasih makan, trus jalan turun bareng sama mereka.” (*)
Editor : Nur Wachid