Jawa Pos Radar Lawu - Rombongan ini tak sengaja bertemu seorang laki-laki aneh yang terlihat menggendong sosok tak terlihat dari atas puncak sampai tiba-tiba hilang sendiri.
Mereka mulai menaruh curiga pada pria ini sejak di puncak. Gelagatnya aneh, cara berjalannya seperti gusar tidak tenang.
Posisi tangannya dari awal bertemu sudah seperti menggendong belakang.
Kedua tangannya bersilang di pinggang belakang, berjalan lurus tidak menyapa pendaki lain satu pun.
Panji (20) dan Mustofa (21) adalah pemuda asli Magetan yang ingin mendaki Gunung Lawu setelah lama tidak pernah muncak lagi.
Siapa yang menyangka mereka akan melihat seseorang yang terlihat aneh di puncak Harga Dumilah.
Mustofa yang kebetulan bisa melihat sosok tak kasar mata bisa melihat dengan jelas yang Panji tak bisa lihat.
“Sosoknya kayak anak kecil, Mbak. Kepalanya plontos, wajahnya pucat, matanya ada lingkaran item gitu. Nggak salah lagi, bapak-bapak tadi lagi gendong tuyul,” terang laki-laki yang sering dipanggil Tofa tersebut.
Selama di puncak, bapak-bapak satu ini sudah menunjukkan gelagat aneh.
Tampilannya paling beda dari yang lain. Paling nyentrik, mengenakan kemeja batik, celana panjang item formal.
Baca Juga: Cerita Misteri Plang Jalur Pendakian Gunung Lawu, Pemuda Ini Diteror Suara Cekikan
Baca Juga: Cerita Misteri Karma Gunung Lawu itu Nyata, Tinggalkan Teman, Pendaki Ini Tersesat di Dunia Gaib
Dia tak membawa tas carier seperti pendaki pada umumnya. Cuma bapak ini yang terlihat tangan kosong di puncak.
“Lha iya aneh, Mbak. Makanya saya sama Tofa dari awal langsung curiga. Trus cara jalannya itu loh. Masak mendaki gunung tapi tangannya di pinggang belakang. Eh ternyata bener, pas saya kasih tahu Tofa, dia lihat bapak itu gendong tuyul,” imbuh Panji.
Ada beragam motif orang naik gunung. Anton dan Tofa baru ketemu yang agak aneh satu ini. Naik gunung sambil gendong tuyul. (*)
Editor : Nur Wachid