Jawa Pos Radar Lawu - Bukan sekadar cerita misteri, ternyata bukan cuma manusia, alam juga tahu caranya berterima kasih.
Pendaki ini selamat dari longsor gara-gara menyelamatkan pendaki lain yang kedua kakinya terkilir tak bisa berjalan.
Ansori (28) dan Rudi (21) tidak saling kenal sebelum tragedi ini menimpa mereka. Mereka sama-sama pendaki solo. Berangkat dari pos pendakian sendirian.
Bedanya, Rudi sudah perjalanan turun sementara Ansori baru mau naik.
Hujan mengguyur Gunung Lawu dari pagi. Rudi yang sedang jalan turun terperosok jalur air di pos dua. Kedua kakinya terkilir, jangankan melanjutkan perjalanan saja tak mampu.
Ansori berangkat dari bawah dengan jas hujan membalut tubuhnya. Sampai pos dua mereka bertemu.
“Jalan sepi, Mas. Mungkin karena hujan deras jadi pendaki lain meneduh sementara saya teriak minta tolong tidak ada yang menyahut. Untung ada Mas Ansori,” cerita Rudi dengan mata berkaca-kaca.
Karena membantu Rudi, Ansori membatalkan pendakiannya. Dia suka rela turun lagi menggendong Rudi sampai pos pemberangkatan.
Setelah menunggu Rudi mendapatkan perawatan, Ansori hendak mendaki. Tapi yang ia dihadang petugas, pos pendakian Cemoro Lawu ditutup.
Terdapat tanah longsor di pos 3 menuju pos 4 sehingga jalur sementara tidak dapat dilalui.
Baca Juga: 3 Hari Hilang di Gunung Lawu, Cerita Misteri Pendaki Ini Diselamatkan Jalak Lawu
Baca Juga: Diikuti Bau Kemenyan saat Mahasiswa Turun dari Gunung Lawu, Cerita Misteri Petilasan Angker
“Saya justru bersyukur. Saya menolong Rudi, tanpa diduga Gunung Lawu ganti menolong saya.
Setelah dipikir-pikir kalau bukan karena Rudi saya pasti sudah ada di pos 3 dan kemungkinan saya kena tanah longsor,” tutur Ansori.
Mereka berdua pun menghabiskan malam di pos pemberangkatan menunggu esok hari untuk pulang. (*)
Editor : Nur Wachid