Jawa Pos Radar Lawu – Jumat (25/4), cerita misteri teror gaib dialami rombongan pendaki Gunung Lawu berisi 4 orang mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Timur berlanjut.
Danu (20), Andri (20), Mila (20, dan Ari (19) mendaki sejak kamis dan masih terjebak di tengah hutan sampai hari ini.
Bayangan yang mengikuti mereka muncul dan hilang tiba-tiba. Bencana mereka dimulai dari ide mendaki lewat jalur yang belum pernah ada.
“Ini sama saja menantang maut. Kita benar-benar buta arah. Tidak ada panah penunjuk jalan dan berakhir tersesat di tengah hutan.” Andri si pemimpin regu menuturkan kisahnya.
Teror suara, bisikan gaib, Mila kesurupan, sampai sekarang Andri merasa ada yang mengikuti mereka berjalan di belakang.
Semua orang Magetan sepakat, Gunung Lawu adalah salah satu gunung keramat.
“Saya ngerasa ada yang jalan di belakang saya terus,” ujar Danu yang tampak pucat. “Tapi waktu saya noleh, nggak ada siapa-siapa.”
Banyak pendaki tersesat bukan karena persiapan mereka yang kurang melainkan karena ulah mereka sendiri.
Kini mereka harus mempercepat langkah, berjalan turun menuju petilasan.
Sebab waktu yang mereka semakin sedikit. Dari pagi mereka belum istirahat sama sekali. Sedang makin lama hari semakin sore.
“Aku tidak bisa membayangkan gangguan apa yang akan kita dapatkan kalau sampai malam belum keluar hutan,” ujar Ari.
Ikuti terus kelanjutan cerita misteri jalur pendakian gaib Gunung Lawu part selanjutnya di Radar Lawu. (bersambung)
Editor : Nur Wachid