Jawa Pos Radar Lawu - Tak ada yang bisa dilakukan Ari (19) saat melihat rekannya, Mila (20) mengalami hal seperti dalam cerita misteri kesurupan di tengah hutan Gunung Lawu.
Ia, Danu (20) dan Andri (20) hanya bertahan memegangi tubuh Mila yang terus melawan.
Ide konyol mencoba jalur yang belum pernah ada membawa petaka. Ditambah lagi mereka berbuat kurang ajar di petilasan jalur pendakian angker Gunung Lawu.
Tidak ada orang lewat yang bisa dimintai bantuan. “Aku menyesal memilih jalan yang belum pernah dilewati menembus hutan,” ucap Andri.
Nasi sudah jadi bubur. Kasihan Mila yang tersiksa kesurupan hingga 2 kali.
Di tengah kepanikan Ari melihat burung jalak hinggap di atas tas Mila.
Firasatnya berkata; Burung jalak lawu penolong. Burung jalak lawu penjaga batas dunia lain di Gunung Lawu.
Ari mengambil botol air Mila yang isinya air dari petilasan. Mila mengerang hebat. Andri dan Danu menguatkan cengkeramannya.
Entah dorongan dari mana, Ari menuangkan air di telapak tangan lantas membasuh muka Mila.
Sosok yang merasuki Mila bergejolak hebat.
Baca Juga: Sembarangan Ambil Air di Petilasan Gunung Lawu, Empat Mahasiswa Kesurupan, Cerita Misteri Part 22
“Ya Allah, bantu kami. Selamatkan Mila.” Doa dipanjatkan Ari. Suasana tegang berlangsung cukup lama. Sebelum tubuh Mila terbaring lemas di atas tanah.
Sosok yang merasuki hilang, berikut burung jalak lawu yang entah ke mana perginya.
“Terima kasih jalak lawu,” bisik Ari sambil terengah-engah. “Kita harus segera pergi dari tempat ini.”
“Mila?” Danu menatap Ari sengit. “Mau kita tinggal?”
Simak kelanjutan cerita misteri jalur pendakian gaib Gunung Lawu part 27. (bersambung)
Editor : Nur Wachid