Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Vila Angker Gunung Lawu Part 28, Langkah Pelarian dari Pemujaan Setan

Saestu Saget • Senin, 21 April 2025 | 04:15 WIB
Cerita misteri jalur pendakian dari vila angker Gunung Lawu.
Cerita misteri jalur pendakian dari vila angker Gunung Lawu.

Cerita Misteri Pemujaan Setan Vila Angker Gunung Lawu 

WATI berhasil keluar dari dalam goa. Langit masih gelap, udara dingin menusuk kulit.

Tubuhnya limbung. Tenaganya terisap habis. Hanya tekad hidup, tekad menemani ibunya, yang masih membawanya terus melangkah.

Lutut gemetar, napas putus-putus, Wati terus maju. Di sekelilingnya, kawanan burung jalak terbang melingkar. 

Menyerupa pengawal yang menghalau semua gangguan tak kasat mata yang menahan Wati. Teriakan meledak dari dalam goa.

“WAAAATIIIIII!!!KOE KUDU MATI! (KAMU HARUS MATI!)” Pak Cokro. Suaranya serak dan penuh murka.

Tiga langkah manusia terdengar memburu dari belakang. Mereka tak akan membiarkan Wati pergi.

Sebelum fajar menjemput, ritual itu harus selesai. Jika tidak, mereka akan kehilangan segalanya. Arsi. Kekayaan. Hidupnya.

Wati mempercepat langkah. Terus berlari tak peduli tubuhnya sudah mati rasa. Tanah basah. Dingin menggigit telapak kaki.

Bayangan-bayangan hitam mengungkung di kanan kiri. Burung jalak terbang melesat, menghalau cepat.

Dalam pelarian, potongan-potongan ingatan kembali: Makam dalam mimpinya. Rambut panjang anyir yang ditemukan di villa.

Bisikan lari di kamar mandi. Sosok mengerikan di meja makan. Arsi yang tiba-tiba jatuh.

Dan akhirnya… Wati mengerti. Ia berhasil menjawab semua pertanyaan. Makam itu adalah tumbal-tumbal sebelum dirinya.

Rambut bercampur darah adalah sisa-sisa persembahan. Sosok di meja makan, makhluk yang selama ini diberi tumbal.

Sumber kekuatan. Penjaga kekayaan. Pengikat keluarga Cokro dengan iblis. Burung-burung jalak menggiring Wati menuruni lereng.

Wati memaksa tubuhnya berlari meski jantungnya seperti diperas. Tangannya bergetar. Pandangannya buram.

Langkah-langkah mengejar di belakang kian dekat. Pak Cokro memekik, suara jahatnya membelah sunyi malam.

Wati terus berlari. Hingga tubuhnya jatuh. Kakinya tak mampu lagi bergerak. Badannya terpelanting.

Kepalanya menghantam batu. Cahaya bulan di antara dedauan menyentuh wajahnya. Perlahan, semuanya memudar.

Langkah mereka masih terdengar. Kegelapan menjemputnya pelan-pelan. Wati pasrah. “Maaf, Bu. Maafkan Wati.” (bersambung)

Editor : Nur Wachid
#pemujaan setan #gunung lawu #vila angker #cerita misteri #jalur pendakian